Pertagas Tanam Ribuan Pohon Dukung Target Emisi 1,6 Juta Ton CO2
Rabu, 30 Juli 2025 - 13:54 WIB
loading...
Pertagas terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengurangan emisi karbon melalui program penghijauan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengurangan emisi karbon melalui program penghijauan bumi. Program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyampaikan bahwa langkah ini selaras dengan target Pemerintah Indonesia dan Pertamina Holding dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Pertagas secara berkelanjutan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pengurangan emisi karbon. Ini adalah komitmen kita kepada dunia internasional. Terlebih, Pemerintah telah menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89 persen pada 2030," kata Sulthani dalam pernyataanya, Rabu (30/7).
Baca Juga: Gelar RUPS, Pertagas Beberkan Kinerja Positif Sepanjang 2024
Menurutnya, Pertagas turut mendukung target internal Pertamina Holding yang menetapkan sasaran pengurangan emisi sebesar 1,6 juta metrik ton karbon dioksida (CO₂) pada tahun 2025. Angka ini naik dari target sebelumnya sebesar 1,09 juta metrik ton CO₂ pada 2024.
Dukungan Pertagas tersebut diwujudkan melalui berbagai program penghijauan, seperti penanaman mangrove, konservasi hutan adat, penghijauan wilayah gundul, penanaman pohon di perkotaan, hingga rehabilitasi terumbu karang dan konservasi flora-fauna.
Program-program ini tersebar di berbagai wilayah operasional, antara lain Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), Bengkalis dan Dumai (Riau), Muara Jambi (Jambi), Banyuasin, Palembang dan Prabumulih (Sumatera Selatan), Bontang (Kalimantan Timur), serta Indramayu (Jawa Barat).
Di Pangkalan Brandan, Pertagas menanam 2.000 pohon mangrove guna melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan banjir. Sementara di Dumai, 1.000 pohon mangrove ditanam untuk menjaga ekosistem laut dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Memperingati Hari Mangrove Sedunia, Pertagas menggandeng 275 siswa SMAN 1 Juntinyuat, Indramayu, dan kelompok tani hutan mangrove dalam penanaman 300 pohon mangrove serta aksi bersih-bersih Pantai Rembat, pada 18 Juli lalu. Kegiatan ini mendapat dukungan bibit dari Dinas Kehutanan Jawa Barat, Koramil, dan Polres setempat serta keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Wiralodra.
"Mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi karbon yang lebih efektif dibandingkan hutan hujan atau lahan gambut," ujar Sulthani.
Baca Juga: Fitch Ratings Tetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Pertagas AA+(idn)
Tak hanya di pesisir, Pertagas juga menanam 1.000 pohon di hutan adat Kesumbo Ampai, Bengkalis. Sementara di Palembang, program penghijauan menyasar area perkotaan, dengan penanaman 400 pohon di titik strategis seperti bantaran sungai, pinggir jalan, dan lingkungan tempat ibadah di kawasan Sukomoro.
Jenis pohon yang ditanam di Palembang meliputi bambu kuning, pinang, trembesi, dan tabebuya, dipilih karena nilai ekologis, estetika, dan potensi ekonominya bagi warga setempat.
"Pertagas akan terus melanjutkan program penghijauan bumi untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-13 terkait penanganan perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sulthani.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyampaikan bahwa langkah ini selaras dengan target Pemerintah Indonesia dan Pertamina Holding dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Pertagas secara berkelanjutan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pengurangan emisi karbon. Ini adalah komitmen kita kepada dunia internasional. Terlebih, Pemerintah telah menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89 persen pada 2030," kata Sulthani dalam pernyataanya, Rabu (30/7).
Baca Juga: Gelar RUPS, Pertagas Beberkan Kinerja Positif Sepanjang 2024
Menurutnya, Pertagas turut mendukung target internal Pertamina Holding yang menetapkan sasaran pengurangan emisi sebesar 1,6 juta metrik ton karbon dioksida (CO₂) pada tahun 2025. Angka ini naik dari target sebelumnya sebesar 1,09 juta metrik ton CO₂ pada 2024.
Dukungan Pertagas tersebut diwujudkan melalui berbagai program penghijauan, seperti penanaman mangrove, konservasi hutan adat, penghijauan wilayah gundul, penanaman pohon di perkotaan, hingga rehabilitasi terumbu karang dan konservasi flora-fauna.
Program-program ini tersebar di berbagai wilayah operasional, antara lain Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), Bengkalis dan Dumai (Riau), Muara Jambi (Jambi), Banyuasin, Palembang dan Prabumulih (Sumatera Selatan), Bontang (Kalimantan Timur), serta Indramayu (Jawa Barat).
Di Pangkalan Brandan, Pertagas menanam 2.000 pohon mangrove guna melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan banjir. Sementara di Dumai, 1.000 pohon mangrove ditanam untuk menjaga ekosistem laut dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Memperingati Hari Mangrove Sedunia, Pertagas menggandeng 275 siswa SMAN 1 Juntinyuat, Indramayu, dan kelompok tani hutan mangrove dalam penanaman 300 pohon mangrove serta aksi bersih-bersih Pantai Rembat, pada 18 Juli lalu. Kegiatan ini mendapat dukungan bibit dari Dinas Kehutanan Jawa Barat, Koramil, dan Polres setempat serta keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Wiralodra.
"Mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi karbon yang lebih efektif dibandingkan hutan hujan atau lahan gambut," ujar Sulthani.
Baca Juga: Fitch Ratings Tetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Pertagas AA+(idn)
Tak hanya di pesisir, Pertagas juga menanam 1.000 pohon di hutan adat Kesumbo Ampai, Bengkalis. Sementara di Palembang, program penghijauan menyasar area perkotaan, dengan penanaman 400 pohon di titik strategis seperti bantaran sungai, pinggir jalan, dan lingkungan tempat ibadah di kawasan Sukomoro.
Jenis pohon yang ditanam di Palembang meliputi bambu kuning, pinang, trembesi, dan tabebuya, dipilih karena nilai ekologis, estetika, dan potensi ekonominya bagi warga setempat.
"Pertagas akan terus melanjutkan program penghijauan bumi untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-13 terkait penanganan perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sulthani.
(nng)
Lihat Juga :