UMKM Jateng Kian Melejit hingga Tembus Pasar Luar Negeri
Rabu, 30 Juli 2025 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Selain kategori food and beverages, sektor pertanian pun menjadi penopang perekonomian Jateng lewat produk beras organik. Salah satu UMKM yang mampu menjadi penggerak pertanian adalah Koperasi Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekar Langit di Magelang Jateng.
Berdiri pada 2014, Gupon Sekar Langit memproduksi beras organik, sayur, dan palawija di atas lahan 626 hektare, sementara lahan yang sudah tersertifikasi organik mencapai 393 hektare.
“Didirikan tahun 2014, kini Gupon Sekar Langit sudah ada anggota 11 desa, 1.700 petani, dan 33 kelompok tani yang sudah tersertifikasi,” ujar Manajer Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (25/7).
![UMKM Jateng Kian Melejit hingga Tembus Pasar Luar Negeri]()
Manager Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Pada 2020, kelompok usaha beras organik ini mengikuti berbagai kegiatan pengembangan klaster bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.
Fuad membeberkan, pendampingan dan dukungan dari BI berupa digitalisasi hingga sertifikasi pertanian meningkatkan daya saing petani.
“Paket bantuan dari BI adalah digitalisasi pertanian melalui alat digital farming, seperti alat sensor PH, kelembaban tanah, udara, kecepatan angin, kekeruhan air dan pendampingan digital farming, sehingga membantu kami dalam mendata dan mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan,” tuturnya.
“Dari Bank Indonesia juga membantu kami dari sisi pelatihan dan juga sertifikasi seperti sertifikasi FSSC ISO 22000. Kami juga dilatih juga tentang HACCP dan juga GMP yang baik dan benar. Dengan adanya sertifikasi pelanggan semakin percaya pada kami, merasa aman dan semakin banyak permintaan,” katanya.
Fuad juga mengaku dengan dukungan digital farming yang diberikan, pihaknya merasa lebih nyaman dalam bekerja, karena tidak lagi meraba-raba. Misalnya, pemantauan tingkat kesuburan tanahbisa dipantau melalui komputerisasi.
Selain menerima bantuan sarana dan prasarana produksi digital farming, Gupon Sekar Langit memperoleh fasilitasi business matching dan promosi perdagangan, serta sosialisasi perizinan dan keamanan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
Gupon Sekar Langit juga telah sukses memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar, khususnya petani. Klaster ini juga mendorong anggota untuk memaksimalkan lahan pertanian melalui pengelolaan yang efektif dan efisien dan mendorong anggota responsif terhadap ide perubahan.
Berdiri pada 2014, Gupon Sekar Langit memproduksi beras organik, sayur, dan palawija di atas lahan 626 hektare, sementara lahan yang sudah tersertifikasi organik mencapai 393 hektare.
“Didirikan tahun 2014, kini Gupon Sekar Langit sudah ada anggota 11 desa, 1.700 petani, dan 33 kelompok tani yang sudah tersertifikasi,” ujar Manajer Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (25/7).

Manager Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Pada 2020, kelompok usaha beras organik ini mengikuti berbagai kegiatan pengembangan klaster bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.
Fuad membeberkan, pendampingan dan dukungan dari BI berupa digitalisasi hingga sertifikasi pertanian meningkatkan daya saing petani.
“Paket bantuan dari BI adalah digitalisasi pertanian melalui alat digital farming, seperti alat sensor PH, kelembaban tanah, udara, kecepatan angin, kekeruhan air dan pendampingan digital farming, sehingga membantu kami dalam mendata dan mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan,” tuturnya.
“Dari Bank Indonesia juga membantu kami dari sisi pelatihan dan juga sertifikasi seperti sertifikasi FSSC ISO 22000. Kami juga dilatih juga tentang HACCP dan juga GMP yang baik dan benar. Dengan adanya sertifikasi pelanggan semakin percaya pada kami, merasa aman dan semakin banyak permintaan,” katanya.
Fuad juga mengaku dengan dukungan digital farming yang diberikan, pihaknya merasa lebih nyaman dalam bekerja, karena tidak lagi meraba-raba. Misalnya, pemantauan tingkat kesuburan tanahbisa dipantau melalui komputerisasi.
Selain menerima bantuan sarana dan prasarana produksi digital farming, Gupon Sekar Langit memperoleh fasilitasi business matching dan promosi perdagangan, serta sosialisasi perizinan dan keamanan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
Gupon Sekar Langit juga telah sukses memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar, khususnya petani. Klaster ini juga mendorong anggota untuk memaksimalkan lahan pertanian melalui pengelolaan yang efektif dan efisien dan mendorong anggota responsif terhadap ide perubahan.
Lihat Juga :