PT RPN dan BPDP Gelar Pelatihan Tingkatkan Keterampilan Petani Sawit di Labusel
Rabu, 30 Juli 2025 - 18:37 WIB
loading...
PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi petani sawit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi petani sawit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Pelatihan yang berlangsung dari 28 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini diikuti oleh 96 petani sawit, terdiri dari 65 peserta dalam pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan 31 peserta dalam pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Medan dengan melibatkan praktisi kebun berpengalaman sebagai narasumber.
Senior Executive Vice President (SEVP) Operation 1 PT RPN, Tjahjono Herawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara PT RPN, BPDP, dan Ditjenbun dalam rangka mengimplementasikan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit 2025.
"Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berperan penting dalam pengembangan SDM di sektor ini," ungkap Tjahjono dalam pernyataannya, Rabu (30/7).
Baca Juga: PTKS 2025 Dorong Transformasi Teknologi Sawit Berkelanjutan
PT RPN, melalui PPKS, berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sawit. "Inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik," tambahnya.
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mencakup materi tentang regulasi dan kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Selain penyampaian materi, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Aek Pancur (PPKS) di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara, pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dilaksanakan dengan metode kombinasi antara kelas dan kegiatan lapangan. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar pemetaan lahan, penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan, serta penyajian dan pencetakan peta.
"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan," jelas Dr. Tjahjono.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, M. Zakir Syarif Daulay, serta perwakilan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian dan PT RPN. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pengembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Baginda Siagian, juga hadir untuk secara resmi membuka pelatihan ini. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sawit di Indonesia, terutama bagi petani sawit.
Pelatihan yang berlangsung dari 28 Juli hingga 1 Agustus 2025 ini diikuti oleh 96 petani sawit, terdiri dari 65 peserta dalam pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan 31 peserta dalam pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Kegiatan ini dilaksanakan di Medan dengan melibatkan praktisi kebun berpengalaman sebagai narasumber.
Senior Executive Vice President (SEVP) Operation 1 PT RPN, Tjahjono Herawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara PT RPN, BPDP, dan Ditjenbun dalam rangka mengimplementasikan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit 2025.
"Dalam pelaksanaannya, kami melibatkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berperan penting dalam pengembangan SDM di sektor ini," ungkap Tjahjono dalam pernyataannya, Rabu (30/7).
Baca Juga: PTKS 2025 Dorong Transformasi Teknologi Sawit Berkelanjutan
PT RPN, melalui PPKS, berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sawit. "Inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik," tambahnya.
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mencakup materi tentang regulasi dan kebijakan usaha perkebunan, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Selain penyampaian materi, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Aek Pancur (PPKS) di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara, pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dilaksanakan dengan metode kombinasi antara kelas dan kegiatan lapangan. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar pemetaan lahan, penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan, serta penyajian dan pencetakan peta.
"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan," jelas Dr. Tjahjono.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun
Acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, M. Zakir Syarif Daulay, serta perwakilan dari BPPSDMP Kementerian Pertanian dan PT RPN. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pengembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Baginda Siagian, juga hadir untuk secara resmi membuka pelatihan ini. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sawit di Indonesia, terutama bagi petani sawit.
(nng)
Lihat Juga :