Kesepakatan Tarif AS dan Indonesia Disambut Baik Asosiasi Kedelai
Rabu, 30 Juli 2025 - 20:14 WIB
loading...
Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) mengapresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan dan pencapaian tim negosiasi Indonesia dengan AS di bawah koordinasi Menko Perekonomian RI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kesepakatan tentang kebijakan tarif perdagangan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia yang telah dicapai beberapa waktu lalu berhasil menurunkan tarif impor produk Indonesia ke AS dari semula 32% menjadi 19%. Kebijakan yang berlaku mulai 1 Agustus 2025 ini merupakan salah satu tarif impor terendah dalam kesepakatan perdagangan AS dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Menyikapi hal itu, Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) mengapresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan dan pencapaian tim negosiasi Indonesia di bawah koordinasi Menko Perekonomian RI.
“Akindo berterima kasih kepada Pemerintah yang selama ini telah menerapkan kebijakan tarif 0% untuk importasi kedelai dari semua negara termasuk AS, berdasarkan prinsip Most-Favoured Nation (MFN),” ujar Ketua Akindo, Hidayatullah Suralaga.
Baca Juga: Daftar Lengkap 12 Poin Kesepakatan Negosiasi Tarif Resiprokal Antara AS dan Indonesia
Menurut Hidayatullah hal ini mempertegas komitmen keberpihakan pemerintah kepada para perajin tahu dan tempe. Hidayatullah menambahkan, Akindo beserta anggotanya tetap berkomitmen untuk menjaga ketersediaan stok kedelai dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik sesuai kebutuhan nasional.
Akindo juga berharap Indonesia dapat membuka pasar ekspor baru untuk produk olahan kedelai di kemudian hari.Dalam kesepakatan AS dan Indonesia akan memberikan eksportir dari kedua negara akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke pasar masing-masing.
Perjanjian Perdagangan Resiprokal ini akan membangun hubungan ekonomi AS dan Indonesia yang telah lama terjalin, termasuk Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi AS-Indonesia, yang ditandatangani pada 16 Juli 1996.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama
Amerika Serikat dan Indonesia mencatat kesepakatan komersial antara perusahaan AS dan perusahaan Indonesia. Di antaranya yakni Pembelian produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilainya mencapai USD4,5 miliar yang setara Rp72,5 triliun.
Menyikapi hal itu, Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) mengapresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan dan pencapaian tim negosiasi Indonesia di bawah koordinasi Menko Perekonomian RI.
“Akindo berterima kasih kepada Pemerintah yang selama ini telah menerapkan kebijakan tarif 0% untuk importasi kedelai dari semua negara termasuk AS, berdasarkan prinsip Most-Favoured Nation (MFN),” ujar Ketua Akindo, Hidayatullah Suralaga.
Baca Juga: Daftar Lengkap 12 Poin Kesepakatan Negosiasi Tarif Resiprokal Antara AS dan Indonesia
Menurut Hidayatullah hal ini mempertegas komitmen keberpihakan pemerintah kepada para perajin tahu dan tempe. Hidayatullah menambahkan, Akindo beserta anggotanya tetap berkomitmen untuk menjaga ketersediaan stok kedelai dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik sesuai kebutuhan nasional.
Akindo juga berharap Indonesia dapat membuka pasar ekspor baru untuk produk olahan kedelai di kemudian hari.Dalam kesepakatan AS dan Indonesia akan memberikan eksportir dari kedua negara akses yang belum pernah terjadi sebelumnya ke pasar masing-masing.
Perjanjian Perdagangan Resiprokal ini akan membangun hubungan ekonomi AS dan Indonesia yang telah lama terjalin, termasuk Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi AS-Indonesia, yang ditandatangani pada 16 Juli 1996.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama
Amerika Serikat dan Indonesia mencatat kesepakatan komersial antara perusahaan AS dan perusahaan Indonesia. Di antaranya yakni Pembelian produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilainya mencapai USD4,5 miliar yang setara Rp72,5 triliun.
(akr)
Lihat Juga :