Syngenta Edukasi Petani Hadapi Tantangan Resistensi Hama
Kamis, 31 Juli 2025 - 15:25 WIB
loading...
Syngenta Indonesia edukasi petani menghadapi tantangan resistensi hama. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Syngenta Indonesia menyelesaikan rangkaian kegiatan PIJAR (Plinazolin Maju dan Bersinar) di 20 kota di Indonesia. Acara yang bertujuan menekankan pentingnya praktik aplikasi yang bertanggung jawab untuk memastikan efektivitas jangka panjang dalam pengendalian hama dan mendukung pertanian berkelanjutan ini menjangkau lebih dari 1.600 petani dan 20 penyuluh pertanian melalui format hybrid.
"Rangkaian acara ini menjadi komitmen Syngenta dalam memberdayakan petani Indonesia dengan solusi inovatif," ungkap Portfolio Manager Syngenta Indonesia Tey Hui Xiang melalui keterangan pers, Kamis (31/7).
Dia menjelaskan, PIJAR bertujuan memperkenalkan kembali solusi perlindungan tanaman inovatif berbasis Plinazolin, yang menawarkan pengendalian kuat terhadap hama utama penggerek batang kuning pada tanaman padi, spodoptera exigua pada tanaman bawang merah, dan thrips pada tanaman cabai.
"Teknologi Plinazolin terbukti membantu petani dalam mengendalikan hama pada komoditas penting seperti padi, bawang merah, dan cabai," kata Marketing Head Syngenta Indonesia Suhendro.
Baca Juga: Syngenta Pasarkan NK Pendekar Sakti, Jagung Bioteknologi Pertama di Indonesia
Tey Hui Xiang menambahkan, dengan menampilkan dua teknologi yaitu INCIPIO dan SIMODIS, Syngenta memberikan solusi produk perlindungan tanaman bagi petani untuk melindungi tanaman dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. PIJAR juga menjadi wadah peluncuran program loyalitas SETIA, sebuah inisiatif inovatif berbasis kode QR yang bertujuan melindungi petani dari produk palsu.
Acara ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman petani tentang manajemen resistensi. Dengan memahami konsep manajemen resistensi, petani diharapkan dapat menjaga efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang, mencegah kerugian panen akibat hama yang resistan, mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan produk perlindungan tanaman yang berlebihan.
"Melalui edukasi tentang manajemen resistensi yang tepat dalam kegiatan PIJAR, diharapkan petani dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan hasil panen, mengurangi penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak perlu, sehingga menghemat pengeluaran, serta meningkatkan kualitas panen," ujarnya.
Baca Juga: Sinergi Syngenta-BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 400 Petani di Jabar
Syngenta, sambung dia, berharap upaya ini juga berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan dalam negeri yang akan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita. Tercapainya swasembada pangan akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk pertanian impor.
"Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan," tuturnya.
"Rangkaian acara ini menjadi komitmen Syngenta dalam memberdayakan petani Indonesia dengan solusi inovatif," ungkap Portfolio Manager Syngenta Indonesia Tey Hui Xiang melalui keterangan pers, Kamis (31/7).
Dia menjelaskan, PIJAR bertujuan memperkenalkan kembali solusi perlindungan tanaman inovatif berbasis Plinazolin, yang menawarkan pengendalian kuat terhadap hama utama penggerek batang kuning pada tanaman padi, spodoptera exigua pada tanaman bawang merah, dan thrips pada tanaman cabai.
"Teknologi Plinazolin terbukti membantu petani dalam mengendalikan hama pada komoditas penting seperti padi, bawang merah, dan cabai," kata Marketing Head Syngenta Indonesia Suhendro.
Baca Juga: Syngenta Pasarkan NK Pendekar Sakti, Jagung Bioteknologi Pertama di Indonesia
Tey Hui Xiang menambahkan, dengan menampilkan dua teknologi yaitu INCIPIO dan SIMODIS, Syngenta memberikan solusi produk perlindungan tanaman bagi petani untuk melindungi tanaman dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. PIJAR juga menjadi wadah peluncuran program loyalitas SETIA, sebuah inisiatif inovatif berbasis kode QR yang bertujuan melindungi petani dari produk palsu.
Acara ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman petani tentang manajemen resistensi. Dengan memahami konsep manajemen resistensi, petani diharapkan dapat menjaga efektivitas pengendalian hama dalam jangka panjang, mencegah kerugian panen akibat hama yang resistan, mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan produk perlindungan tanaman yang berlebihan.
"Melalui edukasi tentang manajemen resistensi yang tepat dalam kegiatan PIJAR, diharapkan petani dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan hasil panen, mengurangi penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak perlu, sehingga menghemat pengeluaran, serta meningkatkan kualitas panen," ujarnya.
Baca Juga: Sinergi Syngenta-BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 400 Petani di Jabar
Syngenta, sambung dia, berharap upaya ini juga berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan dalam negeri yang akan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita. Tercapainya swasembada pangan akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk pertanian impor.
"Dalam jangka panjang, inisiatif ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :