Strategi Baru Dedolarisasi BRICS, India Izinkan 30 Negara Berdagang dengan Rupee

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 07:39 WIB
loading...
Strategi Baru Dedolarisasi...
India mengizinkan 30 negara termasuk beberapa anggota BRICS, untuk melakukan perdagangan menggunakan mata uang rupee. FOTO/Financial Express
A A A
JAKARTA - India mengambil langkah strategis untuk memperkuat mata uangnya di kancah global dengan mengizinkan 30 negara, termasuk beberapa anggota BRICS, untuk melakukan perdagangan menggunakan mata uang rupee. Kebijakan ini dinilai sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, terutama dari Amerika Serikat (AS).

Langkah India ini muncul di tengah ketegangan perdagangan dengan AS dengan memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap India. Trump menuduh India melakukan praktik anti-Amerika dan juga menjatuhkan sanksi karena India terus membeli minyak mentah dan peralatan militer dari Rusia, meskipun sanksi internasional berlaku.

Baca Juga: Kekuatan Ekonomi Global Berubah Arah, BRICS Bakal Ungguli G7 Tiga Kali Lipat di 2028

Trump secara vokal menuding negara-negara BRICS, khususnya India, berupaya mendorong dedolarisasi dengan mengutamakan mata uang domestik mereka dalam transaksi perdagangan. Sebagai langkah balasan dan antisipasi, India telah menjalin kerja sama dengan hampir 30 negara untuk memfasilitasi pembayaran dalam rupee melalui rekening bank Vostro khusus. Rekening Vostro memungkinkan bank-bank domestik India memproses pembayaran dari berbagai negara dan bisnis asing dalam mata uang rupee.

Bank Sentral India (RBI) baru-baru ini mencabut batasan investasi pada rekening Vostro untuk mempercepat adopsi perdagangan berbasis rupee. Tujuan utamanya adalah menginternasionalkan rupee, sehingga memudahkan negara lain untuk menyelesaikan pembayaran lintas batas tanpa bergantung pada dolar AS.

Mekanisme ini memungkinkan negara-negara mitra India untuk membuka rekening Vostro dan mentransfer rupee secara langsung, yang pada akhirnya menghemat biaya valuta asing. Biaya ini sering kali mengikis sebagian besar dana transfer bagi klien di luar negeri.

Menurut laporan Watcher Guru, sebanyak 22 negara saat ini telah menggunakan mekanisme rekening Vostro untuk bertransaksi dengan India. Negara-negara tersebut, di antaranya Bangladesh, Belarus, Botswana, Fiji, Jerman, Guyana, Israel, Kazakhstan, Kenya, Malaysia, Maladewa, Mauritius, Myanmar, Selandia Baru, Oman, Rusia, Seychelles, Singapura, Sri Lanka, Tanzania, Uganda, dan Inggris.

Baca Juga: Iran Aktifkan Sistem Rudal Canggih S-400 Rusia setelah Situs Nuklirnya Dibom AS

Beberapa negara anggota dan mitra BRICS, seperti Rusia, Belarus, Malaysia, dan Uganda, telah secara aktif menggunakan rupee untuk penyelesaian transaksi dengan India. Kebijakan ini menjadi langkah signifikan India dalam memperkuat kedaulatan ekonominya. Di satu sisi, AS meningkatkan tekanan dagang terhadap negara-negara BRICS, namun di sisi lain, India justru mempercepat upaya menjadikan rupee sebagai mata uang yang lebih dapat diperdagangkan secara internasional.

Interaksi di antara kedua negara adidaya ekonomi ini akan sangat menentukan arah kebijakan ekonomi global di masa depan. Langkah India ini menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sementara AS tetap berupaya melindungi dominasi ekonominya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved