Pahlawan Ekspor Baru Indonesia Bukan Lagi Tambang, Ini Buktinya

Senin, 04 Agustus 2025 - 16:29 WIB
loading...
Pahlawan Ekspor Baru...
Kegiatan hulu migas di laut lepas bagian utara Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kinerja ekspor Indonesia pada semester I-2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,70 persen (year-on-year/yoy), melampaui target nasional yang dipatok sebesar 7,10 persen. Pencapaian ini menjadi penanda penting bahwa sektor nonmigas kini menjadi tulang punggung ekspor nasional, menggantikan dominasi sektor tambang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa kinerja ekspor yang solid ini menjadi sinyal kuat menuju target ekspor tahunan. "Kinerja ekspor nasional semester I-2025 telah menunjukkan pertumbuhan positif yang menjadi sinyal kuat bagi pencapaian target ekspor tahunan," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/8).

Baca Juga: Menperin Lepas Ekspor 10.000 Ton Baja Lapis ke AS, Nilainya Capai Rp205,4 Milliar

Surplus neraca perdagangan pun terus berlanjut. Pada Juni 2025, Indonesia mencatat surplus sebesar USD4,10 miliar atau setara Rp65,7 triliun. Ini memperpanjang tren surplus selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD19,48 miliar pada semester pertama 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD15,58 miliar. Surplus tersebut didorong oleh performa kuat sektor nonmigas.

"Surplus ini berasal dari perdagangan nonmigas yang mencapai USD28,31 miliar, meskipun sektor migas masih mencatat defisit sebesar USD8,83 miliar," jelas Budi.

Secara total, ekspor Indonesia pada semester I-2025 tercatat mencapai USD135,41 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas berkontribusi dominan dengan nilai USD128,39 miliar, naik 8,96 persen dibanding tahun lalu. Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi 11,04 persen menjadi hanya USD7,03 miliar.

Amerika Serikat menjadi negara mitra dagang dengan surplus tertinggi bagi Indonesia, yakni sebesar USD9,92 miliar. Disusul India dengan USD6,64 miliar, Filipina USD4,36 miliar, Malaysia USD3,07 miliar, dan Vietnam USD2,21 miliar.

Di kawasan ASEAN, total surplus perdagangan Indonesia mencapai USD9,6 miliar, sementara dari Uni Eropa sebesar USD3,8 miliar. "Padahal surplus dengan Uni Eropa ini terjadi sebelum diberlakukannya EU CEPA. Artinya, ekspor kita sudah menguat bahkan sebelum adanya kemudahan tarif baru," kata Budi.

Baca Juga: Dapat Perlakuan Khusus, Tarif CPO dan Nikel Masuk AS Kurang dari 19%

Ia berharap surplus tersebut akan meningkat seiring implementasi perjanjian dagang. "Ke depan, kita harap surplus ini bisa naik lebih tinggi," tambahnya.

Meski Indonesia masih mencatat defisit perdagangan dengan sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Budi menegaskan bahwa negara tersebut tetap menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai USD29,31 miliar. Amerika Serikat menyusul di posisi kedua dengan USD14,79 miliar, diikuti India, Jepang, dan Malaysia.

"China tetap pasar utama ekspor Indonesia. Meski kita masih defisit secara perdagangan, hal ini menunjukkan posisi penting mereka sebagai mitra dagang," tutup Budi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved