SIG Sulap Lahan Pascatambang di Aceh Jadi Kawasan Konservasi
Selasa, 05 Agustus 2025 - 16:45 WIB
loading...
SIG konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan unit usahanya PT Solusi Bangun Andalas konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan salah satunya melalui pengelolaan lahan pascatambang. Di Aceh, area bekas tambang seluas 32,43 hektare telah direklamasi dan dipulihkan untuk menjadi habitat keanekaragaman hayati.
Hingga Juni 2025, PT Solusi Bangun Andalas telah menanam 13.424 batang pohon di lahan yang berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Area ini kini berfungsi ganda sebagai penyerap emisi karbon, penghasil oksigen, dan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Baca Juga: SIG Catatkan Pendapatan Konsolidasian Rp15,61 Triliun di Semester I-2025
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pertambangan berkelanjutan, yang diatur dalam SIG Sustainability Road Map 2030.
"Keanekaragaman hayati yang terlindungi dalam lingkungan yang lestari berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam," kata Vita dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas telah mengantarkan perusahaan ini meraih penghargaan PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di lahan pascatambang tersebut, setidaknya ada sembilan jenis flora yang memiliki kemampuan optimal dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK), seperti trembesi, sengon, jati, cemara, pulai, dan mangga.
Selain flora, lahan ini juga menjadi rumah bagi 26 jenis satwa liar, termasuk 21 mamalia, empat burung, dan satu reptil. Beberapa satwa langka yang ditemukan antara lain harimau Sumatra, linsang, anjing hutan Sumatra, dan trenggiling peusing.
Baca Juga: Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Tak hanya di darat, upaya konservasi juga merambah pesisir. PT Solusi Bangun Andalas menanam 4.950 batang mangrove di sepanjang Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga, dengan total area 1,25 hektare. Penanaman ini bekerja sama dengan LSM lingkungan dan masyarakat lokal.
Vita menjelaskan bahwa mangrove secara ekologis berfungsi sebagai penyerap emisi karbon dan penghasil oksigen, menjadikannya sumber daya pesisir yang potensial untuk mitigasi pemanasan global.
Secara keseluruhan, hingga 2024, SIG telah mereklamasi 507,91 hektare lahan pascatambang di seluruh kawasan tambang yang dikelola oleh anak dan unit usahanya, termasuk di Tuban, Rembang, Padang, Tonasa, Narogong, Cilacap, dan Baturaja.
"Reklamasi lahan pascatambang melalui penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab SIG dalam pelestarian lingkungan dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati," ujar Vita.
Hingga Juni 2025, PT Solusi Bangun Andalas telah menanam 13.424 batang pohon di lahan yang berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Area ini kini berfungsi ganda sebagai penyerap emisi karbon, penghasil oksigen, dan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Baca Juga: SIG Catatkan Pendapatan Konsolidasian Rp15,61 Triliun di Semester I-2025
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam melaksanakan pertambangan berkelanjutan, yang diatur dalam SIG Sustainability Road Map 2030.
"Keanekaragaman hayati yang terlindungi dalam lingkungan yang lestari berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam," kata Vita dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas telah mengantarkan perusahaan ini meraih penghargaan PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di lahan pascatambang tersebut, setidaknya ada sembilan jenis flora yang memiliki kemampuan optimal dalam menyerap emisi gas rumah kaca (GRK), seperti trembesi, sengon, jati, cemara, pulai, dan mangga.
Selain flora, lahan ini juga menjadi rumah bagi 26 jenis satwa liar, termasuk 21 mamalia, empat burung, dan satu reptil. Beberapa satwa langka yang ditemukan antara lain harimau Sumatra, linsang, anjing hutan Sumatra, dan trenggiling peusing.
Baca Juga: Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
Tak hanya di darat, upaya konservasi juga merambah pesisir. PT Solusi Bangun Andalas menanam 4.950 batang mangrove di sepanjang Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga, dengan total area 1,25 hektare. Penanaman ini bekerja sama dengan LSM lingkungan dan masyarakat lokal.
Vita menjelaskan bahwa mangrove secara ekologis berfungsi sebagai penyerap emisi karbon dan penghasil oksigen, menjadikannya sumber daya pesisir yang potensial untuk mitigasi pemanasan global.
Secara keseluruhan, hingga 2024, SIG telah mereklamasi 507,91 hektare lahan pascatambang di seluruh kawasan tambang yang dikelola oleh anak dan unit usahanya, termasuk di Tuban, Rembang, Padang, Tonasa, Narogong, Cilacap, dan Baturaja.
"Reklamasi lahan pascatambang melalui penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab SIG dalam pelestarian lingkungan dan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati," ujar Vita.
(nng)
Lihat Juga :