Dana Rp51 Triliun Lenyap ke Judol, Ancaman Serius bagi Ekonomi RI

Selasa, 05 Agustus 2025 - 19:53 WIB
loading...
Dana Rp51 Triliun Lenyap...
Judi online tak hanya menghancurkan kehidupan individu tetapi juga mulai menggerus fondasi ekonomi. FOTO/Antara/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Judi online (judol) tak hanya menghancurkan kehidupan individu, tetapi juga mulai menggerus fondasi ekonomi. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat, perputaran uang ke platform judol sepanjang 2024 mencapai Rp51 triliun setara dengan penurunan 0,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Anggota DEN Firman Hidayat mengungkapkan jumlah tersebut merupakan puncak dari fenomena gunung es.

"Dana sebesar itu berasal dari konsumsi rumah tangga yang dialihkan ke judol. Ini belum menghitung dampak sosialnya yang jauh lebih merusak," ujar Firman dalam forum bertajuk Strategi Nasional Memerangi Kejahatan Finansial, Selasa (5/8).

Baca Juga: Mensos Cabut Bantuan bagi 200.000 Penerima Bansos karena Main Judol

Firman menambahkan, studi di Brasil menunjukkan korelasi kuat antara peningkatan pengeluaran judi dengan penurunan belanja pendidikan dan kesehatan. Fenomena serupa kini terjadi di Indonesia, dengan korban utamanya adalah pria paruh baya dari kelas menengah bawah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat hal tersebut. Sebanyak 71% pemain judol di Indonesia berpenghasilan Rp5,1 juta per bulan, didominasi pria usia 30–50 tahun dari wilayah padat penduduk. Dari kelompok ini, 60 persen memiliki kecenderungan bunuh diri, 16 kali lebih rentan berutang, dan risiko kekerasan dalam rumah tangga meningkat 300 persen.

Tak hanya itu, potensi penerimaan negara yang hilang akibat judol pun signifikan. BPS memperkirakan nilai potensi pajak yang hilang mencapai Rp6,4 triliun, diikuti penurunan belanja pendidikan sebesar 30 persen di keluarga pecandu judol.

Direktur Eksekutif Katadata Insight Center (KIC), Fakhridho Susrahardiansyah menyebutkan 70 persen pecandu judol juga mengonsumsi narkoba demi bertahan bermain dalam jangka waktu lama. "Ini ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM), dan bisa menggagalkan visi Indonesia Emas 2045," paparnya.

Melihat situasi ini, Perbanas mendorong pendekatan berbasis agama dan moralitas untuk mencegah keterlibatan masyarakat dalam praktik judol. "Saya mungkin tidak takut penjara, tapi takut pada Tuhan," kata perwakilan Perbanas, Fransiska Oei.

Baca Juga: Transaksi Judol di Awal 2025 Capai Rp47 Triliun, Terbanyak di Jabar

Fransiska juga mendorong integrasi edukasi tentang bahaya judol ke dalam kurikulum sekolah dasar hingga menengah. Selain itu, regulasi ketat terhadap iklan terselubung yang menyamarkan judol sebagai gim online di media sosial harus segera diberlakukan.

Kekhawatiran akan dampak psikologis juga mengemuka. Data menunjukkan, 60 persen pasien kecanduan judol mengalami depresi berat, bahkan 15 persen di antaranya pernah mencoba bunuh diri. Ini menandai urgensi penanganan sistemik dan lintas sektor terhadap kejahatan finansial yang terus berkembang ini.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Rekomendasi
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved