Ancam Pembeli Minyak Rusia dengan Tarif Bakal Menyakiti Ekonomi Amerika

Kamis, 07 Agustus 2025 - 08:21 WIB
loading...
A A A
Tarif yang diusulkan "akan menyebabkan lebih banyak inflasi" di AS, serta membebani bisnis Amerika dengan biaya impor yang lebih tinggi, katanya.

Trump mengatakan, bulan lalu bahwa dia akan menerapkan tarif 100% kepada pembeli minyak Rusia jika rekannya dari Rusia, Vladimir Putin tidak mencapai kata damai dengan Ukraina dalam periode 50 hari – tenggat waktu yang sejak itu dipercepat oleh presiden AS menjadi minggu ini. Tarif ini akan berlaku terutama untuk impor dari India dan China, yang tidak hanya merupakan pembeli utama minyak Rusia, tetapi juga dua mitra dagang terbesar Amerika.

Tahun lalu, total impor barang AS senilai USD526 miliar dari kedua negara tersebut, menurut data resmi AS. Kedua negara Asia tersebut meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia setelah invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada tahun 2022, yang menyebabkan harganya jatuh setelah negara-negara Barat memangkas secara tajam impor bahan bakar Rusia.

Saat ini, Rusia menyumbang 13,5% dari impor minyak mentah China, menurut Vortexa, sebuah perusahaan data energi, dibandingkan dengan 7,7% sebelum perang. Sementara itu, India mengimpor lebih banyak minyak mentah dari Rusia dibandingkan dengan dari tempat lain: minyak Rusia menyumbang 36% dari pasar India.

Baca Juga: Rusia Berlakukan Larangan Penuh Ekspor BBM, Ini Sebabnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Rekomendasi
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved