AS Resmi Kenakan Tarif Impor Baru 19% ke Indonesia Mulai Hari Ini

Kamis, 07 Agustus 2025 - 17:28 WIB
loading...
AS Resmi Kenakan Tarif...
Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 19% terhadap sejumlah produk asal Indonesia mulai Kamis (7/8). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 19% terhadap sejumlah produk asal Indonesia mulai Kamis (7/8). Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah dagang resiprokal yang diterapkan Washington terhadap 92 negara mitra dagangnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa tarif baru ini adalah hasil dari proses negosiasi panjang, yang berhasil menurunkan usulan awal tarif sebesar 32% menjadi 19%. Pemerintah Indonesia, kata dia, telah melakukan sosialisasi secara intensif kepada pelaku usaha sejak wacana ini mencuat.

"Sosialisasi sudah dilakukan kepada Kadin dan para eksportir, seperti halnya saat tarif 10% diberlakukan sebelumnya," ujar Airlangga di Istana Negara, Rabu (6/8).

Baca Juga: China Tak Kurang Akal, BRICS Diajak Ambil Jalan Pintas Hindari Tarif AS

Di kawasan ASEAN, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena kebijakan tarif tersebut. Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Kamboja juga dikenakan tarif serupa. Hanya Singapura yang memperoleh perlakuan istimewa dengan tarif paling rendah, yakni 10%.

Jika dibandingkan dengan negara lain di luar ASEAN, tarif yang dikenakan kepada Indonesia tergolong ringan. Kanada dikenakan tarif 35%, Brasil 50%, India 50%, Taiwan 20%, dan Swiss 39%.

Airlangga menilai, meski dikenakan tarif 19%, Indonesia masih memiliki peluang bersaing di pasar AS, terutama di sektor-sektor seperti tekstil. "Level playing field-nya sama. Tinggal kita dorong peningkatan daya saing industri nasional," kata dia.

Lebih lanjut, sejumlah komoditas strategis Indonesia memperoleh pengecualian tarif dari AS. Komoditas seperti konsentrat tembaga dan katoda tembaga tetap dikenakan tarif 0% sejalan dengan hasil pembicaraan bilateral terkait mineral penting.

Sebagai bagian dari kesepakatan dagang, Indonesia juga akan memberikan tarif 0% untuk sejumlah produk asal AS. Selain itu, Indonesia berkomitmen untuk melakukan pembelian produk-produk Amerika, antara lain produk energi senilai USD15 miliar, komoditas pertanian senilai USD4,5 miliar serta 50 unit pesawat Boeing.

Baca Juga: Dapat Perlakuan Khusus, Tarif CPO dan Nikel Masuk AS Kurang dari 19%

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompetitif. Namun, Indonesia tetap mendorong negosiasi lebih lanjut guna membuka peluang pengurangan tarif untuk komoditas lainnya.

Hingga kini, pemerintah masih melakukan pendekatan diplomatik lanjutan dengan otoritas perdagangan AS. Airlangga menyatakan, komunikasi bilateral terkait hal ini terus berproses. "Sedang dalam pembahasan," ujarnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved