China Dukung Brasil Melawan Bullying Tarif Impor AS

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 09:37 WIB
loading...
A A A
Wang juga melakukan percakapan telepon dengan Celso Amorim, seorang penasihat senior Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, untuk memberitahunya bahwa "menggunakan tarif sebagai senjata untuk menekan negara-negara lain melanggar Piagam PBB, merusak aturan WTO, dan tidak populer serta tidak berkelanjutan."

Pada akhir Juli, Trump mengenakan tarif 50% pada semua barang dari Brasil, dengan alasan apa yang dia sebut sebagai ancaman terhadap "keamanan nasional" AS. Pemimpin AS tersebut terus menyuarakan kekhawatiran, khususnya tentang penuntutan mantan Presiden Brasil Bolsonaro, yang menghadapi persidangan atas dugaan merencanakan kudeta setelah kekalahannya dalam pemilihan 2022.

Trump juga telah menjadi kritikus terhadap BRICS, dengan menuduhnya berusaha untuk merusak kekuatan dolar. BRICS sejauh ini belum memiliki mata uang bersama, tetapi sebagian besar transaksi antar anggotanya dilakukan dalam mata uang nasional.

Lula membalas kritik Trump, dengan menekankan bahwa dia (Trump) bukan "kaisar dunia," lalu mengusulkan pertemuan BRICS untuk merumuskan respons bersama terhadap AS. Brazil bukan satu-satunya negara yang berada di bawah tekanan dari Trump.

Baca Juga: China Tak Kurang Akal, BRICS Diajak Ambil Jalan Pintas Hindari Tarif AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Rekomendasi
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved