Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12%, Saatnya Pemerataan Jadi Prioritas

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 17:36 WIB
loading...
A A A
Bahtiar mengingatkan bahwa angka pertumbuhan yang impresif tidak boleh membuat terlena. Menurut dia, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan, terutama terkait pemerataan pembangunan dan kualitas pertumbuhan.

Salah satu catatan kritis yang disorot adalah ketimpangan pertumbuhan antarwilayah. Pulau Jawa masih mendominasi PDB nasional dengan kontribusi 56,94%. Di sisi lain, wilayah timur Indonesia seperti Maluku dan Papua hanya berkontribusi 2,73%, dengan pertumbuhan paling rendah (3,33% yoy). Ketimpangan ini harus segera ditangani agar pembangunan dapat benar-benar inklusif.

Selain itu, Bahtiar menyoroti kontraksi pengeluaran pemerintah sebesar 0,33%. Di tengah kondisi yang menuntut stimulus ekonomi, kontraksi ini menjadi sinyal perlunya perbaikan dalam serapan anggaran, efektivitas program, serta distribusi belanja ke sektor-sektor strategis.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Stimulus Rp10,8 Triliun Pacu Ekonomi Kuartal III

Ia juga menyoroti ketergantungan pada sektor tradisional dan stagnasi sektor energi. Pertumbuhan pertanian yang hanya 1,65% dan industri pengolahan yang moderat 5,68% mengindikasikan perlunya akselerasi transformasi struktural ekonomi. Stagnasi sektor energi, dengan pertumbuhan 0,90%, menjadi alarm bahwa investasi di energi bersih dan infrastruktur pendukung masih tertinggal.

Bahtiar memberikan sejumlah masukan konstruktif. Ia menyarankan pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui afirmasi fiskal dan proyek strategis di kawasan timur Indonesia. Selain itu, reformasi belanja pemerintah juga perlu dilakukan agar anggaran negara menjadi penggerak utama pembangunan yang efisien dan tepat sasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Rekomendasi
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 21: Elio Diam-Diam Terus Mendekati Arumi
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved