9 Jalur Pipa Gas dan Minyak Mentah Terpenting di Dunia, Siapa Penguasanya?
Minggu, 10 Agustus 2025 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Pipa ganda ini memiliki kapasitas gabungan yang bisa mengangkut 55 miliar meter kubik (bcm) gas per tahun. Terletak di Siberia Barat di Semenanjung Yamal, deposit minyak dan kondensat gas Bovanenkovo menyuplai sebagian besar gas yang diangkut oleh Pipa Nord Stream. Diketahui Bovanenkovo memiliki cadangan gas yang diperkirakan mencapai hingga 4,9 triliun meter kubik.
![9 Jalur Pipa Gas dan Minyak Mentah Terpenting di Dunia, Siapa Penguasanya?]()
Nord Stream 1 sudah beroperasi sejak 2011, sementara Nord Stream 2 meskipun pembangunan rampung pada 2021, tapi tidak pernah beroperasi. Kedua pipa tersebut telah menjadi pusat perdebatan geopolitik mengenai keamanan energi dan ketergantungan Eropa pada gas Rusia.
Pada September 2022, insiden ledakan merusak tiga dari empat pipa, menyebabkan kebocoran gas yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan mengenai sabotase.
Kepemilikan: TC Energy
Sistem Pipa Keystone menjadi komponen penting dan sarat politik dalam jaringan logistik minyak mentah di Amerika Utara. Saat ini jalur pipa tersebut dioperasikan oleh South Bow, sebuah perusahaan yang dipisahkan dari divisi cairan TC Energy, Keystone mengangkut minyak mentah dan bitumen dari pasir minyak Alberta ke dalam jantung pemurnian AS.
Segmen intinya menghubungkan Hardisty, Alberta, ke Steele City, Nebraska, dan seterusnya ke pusat-pusat pemurnian utama di Illinois, Oklahoma, dan Pantai Teluk.
![9 Jalur Pipa Gas dan Minyak Mentah Terpenting di Dunia, Siapa Penguasanya?]()
Fase I dari sistem ini membentang lebih dari 2.100 mil, mengirimkan hingga 590.000 barel per hari ke kilang-kilang di Midwest. Jaringan yang lebih luas menjangkau hingga Port Arthur dan Houston, Texas, terintegrasi dengan infrastruktur ekspor dan pengolahan di Pantai Teluk AS.
Ekspansi Keystone XL yang kontroversial, pernah direncanakan untuk menambah kapasitas 830.000 bpd, namun dibatalkan pada tahun 2021 setelah menghadapi penolakan regulasi dan politik yang berkepanjangan.
Keystone telah lama berdiri di persimpangan antara strategi energi dan aktivisme lingkungan. Para penentang berargumen bahwa pengangkutan bitumen yang diencerkan meningkatkan risiko lingkungan dan tumpahan yang lebih besar dibandingkan dengan minyak mentah konvensional.
Sedangkan pendukungnya membantah, dengan mengungkapkan bahwa pipa seperti Keystone meningkatkan keamanan energi kontinental, mengurangi ketergantungan pada impor melalui laut, dan mendukung ribuan pekerjaan bergaji tinggi di bidang teknik, konstruksi, dan operasi.
Kepemilikan: konsorsium yang dipimpin oleh BP
Pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) adalah pipa sepanjang 1.768 kilometer yang melintasi tiga negara yang mengangkut minyak mentah dari Laut Kaspia ke Laut Mediterania. Pipa ini menghubungkan Baku, Azerbaijan, ke Ceyhan, Turki, melewati Tbilisi, Georgia.
Pipa ini mulai beroperasi pada 25 Mei 2005. Fase pertama dari pipa ini dibangun oleh perusahaan pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC Co) dan mulai beroperasi pada Juni 2006. Bagian pipa yang berada di Azerbaijan dan Georgia dioperasikan oleh BP Plc. (NYSE:BP) atas nama pemegang sahamnya di BTC Co., sementara BOTAS International Limited (BIL) mengoperasikan bagian ketiga.
![9 Jalur Pipa Gas dan Minyak Mentah Terpenting di Dunia, Siapa Penguasanya?]()
BTC awalnya memiliki kapasitas throughput satu juta barel per hari, yang sejak itu diperluas oleh BP menjadi 1,2 juta barel per hari dengan menggunakan bahan kimia yang mengurangi gesekan di sepanjang pipa. Sehingga hal itu memungkinkan laju aliran yang lebih tinggi. Tahun lalu, 305 tanker mengangkut 29 juta ton minyak mentah dari Ceyhan.
Kepemilikan: SOCAR, BOTAŞ, BP, SGC
Sistem pipa Trans-Anatolian Natural Gas Pipeline (TANAP) terletak di Turki, membentang dari perbatasan Turki-Georgi hingga perbatasan Turki-Yunani, menghubungkan Pipa Kawasan Selatan (SCP) dan Pipa Trans Adriatik (TAP). Pipa gas alam sepanjang 1.811 km ini mengangkut gas alam yang diambil di Azerbaijan ke Turki dan kemudian ke Eropa.

Nord Stream 1 sudah beroperasi sejak 2011, sementara Nord Stream 2 meskipun pembangunan rampung pada 2021, tapi tidak pernah beroperasi. Kedua pipa tersebut telah menjadi pusat perdebatan geopolitik mengenai keamanan energi dan ketergantungan Eropa pada gas Rusia.
Pada September 2022, insiden ledakan merusak tiga dari empat pipa, menyebabkan kebocoran gas yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan mengenai sabotase.
4. Sistem Pipeline Keystone (Kanada ke AS)
Minyak mentah: 590,000 barel/hari (sistem yang ada, tidak termasuk XL)Kepemilikan: TC Energy
Sistem Pipa Keystone menjadi komponen penting dan sarat politik dalam jaringan logistik minyak mentah di Amerika Utara. Saat ini jalur pipa tersebut dioperasikan oleh South Bow, sebuah perusahaan yang dipisahkan dari divisi cairan TC Energy, Keystone mengangkut minyak mentah dan bitumen dari pasir minyak Alberta ke dalam jantung pemurnian AS.
Segmen intinya menghubungkan Hardisty, Alberta, ke Steele City, Nebraska, dan seterusnya ke pusat-pusat pemurnian utama di Illinois, Oklahoma, dan Pantai Teluk.
%20copy.jpg)
Fase I dari sistem ini membentang lebih dari 2.100 mil, mengirimkan hingga 590.000 barel per hari ke kilang-kilang di Midwest. Jaringan yang lebih luas menjangkau hingga Port Arthur dan Houston, Texas, terintegrasi dengan infrastruktur ekspor dan pengolahan di Pantai Teluk AS.
Ekspansi Keystone XL yang kontroversial, pernah direncanakan untuk menambah kapasitas 830.000 bpd, namun dibatalkan pada tahun 2021 setelah menghadapi penolakan regulasi dan politik yang berkepanjangan.
Keystone telah lama berdiri di persimpangan antara strategi energi dan aktivisme lingkungan. Para penentang berargumen bahwa pengangkutan bitumen yang diencerkan meningkatkan risiko lingkungan dan tumpahan yang lebih besar dibandingkan dengan minyak mentah konvensional.
Sedangkan pendukungnya membantah, dengan mengungkapkan bahwa pipa seperti Keystone meningkatkan keamanan energi kontinental, mengurangi ketergantungan pada impor melalui laut, dan mendukung ribuan pekerjaan bergaji tinggi di bidang teknik, konstruksi, dan operasi.
5. Pipa BTC (Baku–Tbilisi–Ceyhan)
Minyak mentah: kapasitas desain 1,2 juta barel/hari, ~600.000 aktualKepemilikan: konsorsium yang dipimpin oleh BP
Pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC) adalah pipa sepanjang 1.768 kilometer yang melintasi tiga negara yang mengangkut minyak mentah dari Laut Kaspia ke Laut Mediterania. Pipa ini menghubungkan Baku, Azerbaijan, ke Ceyhan, Turki, melewati Tbilisi, Georgia.
Pipa ini mulai beroperasi pada 25 Mei 2005. Fase pertama dari pipa ini dibangun oleh perusahaan pipa Baku-Tbilisi-Ceyhan (BTC Co) dan mulai beroperasi pada Juni 2006. Bagian pipa yang berada di Azerbaijan dan Georgia dioperasikan oleh BP Plc. (NYSE:BP) atas nama pemegang sahamnya di BTC Co., sementara BOTAS International Limited (BIL) mengoperasikan bagian ketiga.
%20%20%20copy.jpg)
BTC awalnya memiliki kapasitas throughput satu juta barel per hari, yang sejak itu diperluas oleh BP menjadi 1,2 juta barel per hari dengan menggunakan bahan kimia yang mengurangi gesekan di sepanjang pipa. Sehingga hal itu memungkinkan laju aliran yang lebih tinggi. Tahun lalu, 305 tanker mengangkut 29 juta ton minyak mentah dari Ceyhan.
6. TANAP (Pipa Gas Alam Trans-Anatolia)
Gas alam: 16 bcm/tahun saat ini, dapat diperluas menjadi 31 bcmKepemilikan: SOCAR, BOTAŞ, BP, SGC
Sistem pipa Trans-Anatolian Natural Gas Pipeline (TANAP) terletak di Turki, membentang dari perbatasan Turki-Georgi hingga perbatasan Turki-Yunani, menghubungkan Pipa Kawasan Selatan (SCP) dan Pipa Trans Adriatik (TAP). Pipa gas alam sepanjang 1.811 km ini mengangkut gas alam yang diambil di Azerbaijan ke Turki dan kemudian ke Eropa.
%20%20.jpg)
Lihat Juga :