Fenomena Makan Tabungan Masih Berlanjut, Kelas Menengah Makin Terjepit Biaya Hidup
Senin, 11 Agustus 2025 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Seto menjelaskan, penurunan IKK turut dipengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok, lambatnya penyerapan tenaga kerja, dan harga pupuk yang masih tinggi. Kondisi ini semakin menekan daya beli, terutama di kalangan kelas menengah.
Baca Juga: Dompet Lesu, 12 Hal Ini Bakal Makin Sulit Dijangkau Kelas Menengah
Namun, tren berbeda terlihat pada kelompok berpendapatan paling rendah, yaitu hingga Rp1,5 juta per bulan. IKK mereka justru naik ke level optimistis di 100,4 pada Juli 2025, tertinggi di antara kelompok pendapatan lainnya. "Kenaikan ini berkaitan dengan penyesuaian pengeluaran rumah tangga, terutama untuk pendidikan, yang biasanya lebih besar pada awal tahun ajaran," jelas Seto.
Baca Juga: Dompet Lesu, 12 Hal Ini Bakal Makin Sulit Dijangkau Kelas Menengah
Namun, tren berbeda terlihat pada kelompok berpendapatan paling rendah, yaitu hingga Rp1,5 juta per bulan. IKK mereka justru naik ke level optimistis di 100,4 pada Juli 2025, tertinggi di antara kelompok pendapatan lainnya. "Kenaikan ini berkaitan dengan penyesuaian pengeluaran rumah tangga, terutama untuk pendidikan, yang biasanya lebih besar pada awal tahun ajaran," jelas Seto.
(nng)
Lihat Juga :