PHE OSES Bantu Nelayan Tekan Biaya Perbaikan Kapal hingga 60%
Senin, 11 Agustus 2025 - 11:46 WIB
loading...
PHE OSES mendorong kemandirian nelayan di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE OSES) mendorong kemandirian nelayan di Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Solusi tersebut diberikan berupa fasilitas bengkel docking kapal yang telah berjalan sejak Desember 2024.
Sebelumnya, nelayan di pulau terluar ini kesulitan memperbaiki kapal karena terbatasnya akses dan biaya tinggi. Mereka harus membawa kapal ke pulau lain, sehingga pengeluaran untuk perbaikan ringan bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp350.000. Dengan adanya bengkel ini, nelayan kini cukup membayar biaya sewa peralatan sekitar Rp100.000–Rp150.000 untuk perbaikan serupa, menghemat waktu dan biaya secara signifikan.
"Kami sangat terbantu dengan adanya bengkel ini. Kami tidak perlu lagi membawa kapal ke luar pulau. Biayanya lebih murah, waktunya juga lebih efisien," ujar Sugianto, salah seorang nelayan setempat yang telah merasakan manfaat langsung dari program ini.
Baca Juga: PHE OSES Kembangkan Inovasi Perawatan Sumur, Rasio Ketepatan hingga 100%
Program pemberdayaan masyarakat ini menyediakan berbagai peralatan penting, seperti mesin bor, gerinda, dan las. PHE OSES juga membangun pondok khusus untuk menyimpan dan merawat peralatan.
Program ini dirancang dengan sistem sosial ekonomi berkelanjutan. Nelayan dapat menyewa peralatan dengan biaya terjangkau. Dana yang terkumpul dari sewa tersebut kemudian dikelola kembali oleh kelompok nelayan untuk membiayai perawatan alat dan mendukung kebutuhan operasional mereka.
Sementara, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Dermawan mengatakan program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami hadir melalui program yang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga mendorong pengelolaan berbasis sosial ekonomi yang berkelanjutan. Harapan kami, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus berkembang," jelas Indra.
Baca Juga: Lampaui Target, PHE OSES Pasok Gas 8 BBTUD ke PLTGU Cilegon
Dia menambahkan, PHE OSES bertekad untuk menjadi mitra pembangunan, bukan sekadar penyedia bantuan. Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan untuk generasi berikutnya.
"Prinsip keberlanjutan menjadi dasar dari setiap program kami. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat bisa membawa dampak nyata dan berkelanjutan," tutupnya.
Sebelumnya, nelayan di pulau terluar ini kesulitan memperbaiki kapal karena terbatasnya akses dan biaya tinggi. Mereka harus membawa kapal ke pulau lain, sehingga pengeluaran untuk perbaikan ringan bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp350.000. Dengan adanya bengkel ini, nelayan kini cukup membayar biaya sewa peralatan sekitar Rp100.000–Rp150.000 untuk perbaikan serupa, menghemat waktu dan biaya secara signifikan.
"Kami sangat terbantu dengan adanya bengkel ini. Kami tidak perlu lagi membawa kapal ke luar pulau. Biayanya lebih murah, waktunya juga lebih efisien," ujar Sugianto, salah seorang nelayan setempat yang telah merasakan manfaat langsung dari program ini.
Baca Juga: PHE OSES Kembangkan Inovasi Perawatan Sumur, Rasio Ketepatan hingga 100%
Program pemberdayaan masyarakat ini menyediakan berbagai peralatan penting, seperti mesin bor, gerinda, dan las. PHE OSES juga membangun pondok khusus untuk menyimpan dan merawat peralatan.
Program ini dirancang dengan sistem sosial ekonomi berkelanjutan. Nelayan dapat menyewa peralatan dengan biaya terjangkau. Dana yang terkumpul dari sewa tersebut kemudian dikelola kembali oleh kelompok nelayan untuk membiayai perawatan alat dan mendukung kebutuhan operasional mereka.
Sementara, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Dermawan mengatakan program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami hadir melalui program yang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga mendorong pengelolaan berbasis sosial ekonomi yang berkelanjutan. Harapan kami, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan terus berkembang," jelas Indra.
Baca Juga: Lampaui Target, PHE OSES Pasok Gas 8 BBTUD ke PLTGU Cilegon
Dia menambahkan, PHE OSES bertekad untuk menjadi mitra pembangunan, bukan sekadar penyedia bantuan. Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan untuk generasi berikutnya.
"Prinsip keberlanjutan menjadi dasar dari setiap program kami. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat bisa membawa dampak nyata dan berkelanjutan," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :