PHE OSES Kembangkan Inovasi Perawatan Sumur, Rasio Ketepatan hingga 100%
Selasa, 25 Maret 2025 - 15:08 WIB
loading...
PHE OSES mengembangkan inovasi automasi perawatan sumur melalui metode OOIP. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) mengembangkan inovasi automasi perawatan sumur melalui metode Optimized Oilfield Integration Platform (OOIP) untuk meningkatkan rasio ketepatan implementasi rencana perbaikan sumur sampai 100%.
Aplikasi OOIP merupakan salah satu terobosan teknologi yang sukses mengintegrasikan proses evaluasi rencana pekerjaan sumur minyak dan gas (migas) secara otomatis dan efisien dengan memanfaatkan machine learning untuk automasi evaluasi kinerja sumur-sumur migas.
"Dengan metode OOIP, kami berhasil memitigasi persoalan tersebut dengan automasi dan integrasi data," ujar Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE OSES Khafidul Malik dalam pernyataannya, Selasa (25/3/2025).
Baca Juga: Gandeng Korsel, PHE ONWJ Kembangkan Teknologi Penangkapan Karbon
Pada 2021–2023, lebih dari 15% rencana perbaikan sumur terkendala untuk dilaksanakan. Evaluasi tim inovator menemukan lima masalah utama, yakni format data transfer data yang tidak seragam, proses evaluasi kandidat sumur yang masih manual, dokumen eksternal yang tidak tersentralisasi, dan koordinasi yang belum efisien termasuk basis data yang belum terintegrasi.
Pendekatan metode OOIP berbasis automasi ini memungkinkan seluruh divisi bekerja secara sinkron dalam satu platform tool yang sama. Data yang sebelumnya tersebar kini tersentralisasi dalam satu database dan dapat diakses oleh semua pihak terkait secara live.
Ketua Proyek Tim OOIP Bhaskara Aji menyampaikan fitur unggulan dalam aplikasi tersebut. Kalkulasi otomatis (automated calculation), misalnya, memungkinkan aplikasi untuk menghitung secara otomatis potensi produksi minyak, estimasi biaya perbaikan, dan aspek ekonomi lainnya dalam perbaikan sumur minyak.
Aplikasi OOIP merupakan salah satu terobosan teknologi yang sukses mengintegrasikan proses evaluasi rencana pekerjaan sumur minyak dan gas (migas) secara otomatis dan efisien dengan memanfaatkan machine learning untuk automasi evaluasi kinerja sumur-sumur migas.
"Dengan metode OOIP, kami berhasil memitigasi persoalan tersebut dengan automasi dan integrasi data," ujar Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE OSES Khafidul Malik dalam pernyataannya, Selasa (25/3/2025).
Baca Juga: Gandeng Korsel, PHE ONWJ Kembangkan Teknologi Penangkapan Karbon
Pada 2021–2023, lebih dari 15% rencana perbaikan sumur terkendala untuk dilaksanakan. Evaluasi tim inovator menemukan lima masalah utama, yakni format data transfer data yang tidak seragam, proses evaluasi kandidat sumur yang masih manual, dokumen eksternal yang tidak tersentralisasi, dan koordinasi yang belum efisien termasuk basis data yang belum terintegrasi.
Pendekatan metode OOIP berbasis automasi ini memungkinkan seluruh divisi bekerja secara sinkron dalam satu platform tool yang sama. Data yang sebelumnya tersebar kini tersentralisasi dalam satu database dan dapat diakses oleh semua pihak terkait secara live.
Ketua Proyek Tim OOIP Bhaskara Aji menyampaikan fitur unggulan dalam aplikasi tersebut. Kalkulasi otomatis (automated calculation), misalnya, memungkinkan aplikasi untuk menghitung secara otomatis potensi produksi minyak, estimasi biaya perbaikan, dan aspek ekonomi lainnya dalam perbaikan sumur minyak.
Lihat Juga :