China dan AS Adem Ayem, Trump Resmi Perpanjang Gencatan Tarif 90 Hari
Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Menjelang batas waktu gencatan, Trump mendesak Beijing untuk meningkatkan empat kali lipat pembelian kedelai AS, komoditas ekspor utama yang permintaannya dari China merosot tajam akibat perang dagang.
"China khawatir akan kekurangan kedelai. Petani kami memproduksi kedelai berkualitas tinggi," tulis Trump melalui media sosial, dikutip dari South China Morning Post (SCMP) pada Selasa (12/8).
Trump berharap Beijing segera menaikkan pesanan untuk mengurangi defisit perdagangan.
Data bea cukai China menunjukkan, impor kedelai dari AS pada kuartal II-2025 turun 27,8 persen menjadi USD2,08 miliar atau setara 4,58 juta metrik ton.
Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai USD2,89 miliar atau 5,02 juta metrik ton. Sumber yang dikutip SCMP menyebut, selama masa perpanjangan 90 hari kedua negara sepakat tidak memberlakukan tarif tambahan maupun langkah eskalasi perang dagang lainnya.
Meski ada perpanjangan, sejumlah hambatan masih membayangi. Washington baru-baru ini menjalin kesepakatan dengan Vietnam untuk membatasi pengiriman barang dari China dan meluncurkan rencana aksi kecerdasan buatan (AI) yang mempertahankan pembatasan teknologi ketat terhadap Beijing.
"China khawatir akan kekurangan kedelai. Petani kami memproduksi kedelai berkualitas tinggi," tulis Trump melalui media sosial, dikutip dari South China Morning Post (SCMP) pada Selasa (12/8).
Trump berharap Beijing segera menaikkan pesanan untuk mengurangi defisit perdagangan.
Data bea cukai China menunjukkan, impor kedelai dari AS pada kuartal II-2025 turun 27,8 persen menjadi USD2,08 miliar atau setara 4,58 juta metrik ton.
Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai USD2,89 miliar atau 5,02 juta metrik ton. Sumber yang dikutip SCMP menyebut, selama masa perpanjangan 90 hari kedua negara sepakat tidak memberlakukan tarif tambahan maupun langkah eskalasi perang dagang lainnya.
Meski ada perpanjangan, sejumlah hambatan masih membayangi. Washington baru-baru ini menjalin kesepakatan dengan Vietnam untuk membatasi pengiriman barang dari China dan meluncurkan rencana aksi kecerdasan buatan (AI) yang mempertahankan pembatasan teknologi ketat terhadap Beijing.
Lihat Juga :