Harta Kekayaan Joao Angelo, Eks Direktur Utama PT Agrinas yang Mundur karena Tidak Dapat Dana dari Danantara
Rabu, 13 Agustus 2025 - 09:49 WIB
loading...
Joao Angelo De Sousa Mota resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) pada 11 Agustus 2025. FOTO/Tangkapan Layar/Youtube
A
A
A
JAKARTA - Joao Angelo De Sousa Mota resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) pada 11 Agustus 2025, setelah enam bulan memimpin perusahaan pelat merah tersebut. Ia mengaku keputusan itu diambil karena tidak mendapatkan dukungan anggaran dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), induk usaha Agrinas.
Joao diangkat sebagai Direktur Utama Agrinas melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 32/MBU/02/2025 pada 10 Februari 2025. Perusahaan yang ia pimpin mengelola lahan pertanian produktif seluas 425.000 hektare dengan visi memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, menurut Joao, visi tersebut sulit diwujudkan karena hingga hari terakhir masa jabatannya, anggaran untuk Agrinas masih nihil.
Baca Juga: Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Birokrasi yang bertele-tele dan minimnya sense of crisis menjadi hambatan utama. Bahkan seluruh gajinya habis untuk menutupi operasional perusahaan karena tidak ada dana yang cair. Danantara dinilai belum siap menjalankan peran bisnis secara efektif di sektor strategis tersebut.
Joao juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan mandat kepadanya untuk mengelola Agrinas. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi petani agar sektor pertanian dapat berkembang dan produktif.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menghormati keputusan Joao dan menyebut pengunduran diri itu sebagai langkah profesional yang akan dijalankan sesuai tata kelola perusahaan. Pria kelahiran Timor Timur ini memiliki rekam jejak panjang di sektor konstruksi, pertanian, peternakan, dan industri kreatif. Sebelum memimpin Agrinas, ia pernah menjabat Direktur Utama PT Yodya Karya (Persero) yang kemudian bertransformasi menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara.
Joao juga dikenal aktif di sektor agribisnis dan investasi pertanian, serta menjabat Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur. Selain itu, ia memiliki latar belakang sebagai mantan aktivis pro-integrasi Timor Timur dengan NKRI, dan memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo sejak masa konflik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Danantara Bakal Suntik Dana ke BUMN Baru Agrinas Pangan Nusantara
Atas kontribusinya di bidang pertahanan dan integrasi nasional, Joao pernah menerima penghargaan Dharma Pertahanan Madya dari Menteri Pertahanan. Di Agrinas, ia mengusung visi inovasi dan efisiensi operasional untuk memperkuat ketahanan pangan, meski pada akhirnya terbentur persoalan dana dan birokrasi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang tercatat, Joao memiliki kekayaan sekitar Rp6,39 miliar. Rincian detail aset tidak dipublikasikan dalam ringkasan laporan, namun jumlah tersebut mencakup kepemilikan harta bergerak maupun tidak bergerak.
Joao diangkat sebagai Direktur Utama Agrinas melalui Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 32/MBU/02/2025 pada 10 Februari 2025. Perusahaan yang ia pimpin mengelola lahan pertanian produktif seluas 425.000 hektare dengan visi memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, menurut Joao, visi tersebut sulit diwujudkan karena hingga hari terakhir masa jabatannya, anggaran untuk Agrinas masih nihil.
Baca Juga: Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Birokrasi yang bertele-tele dan minimnya sense of crisis menjadi hambatan utama. Bahkan seluruh gajinya habis untuk menutupi operasional perusahaan karena tidak ada dana yang cair. Danantara dinilai belum siap menjalankan peran bisnis secara efektif di sektor strategis tersebut.
Joao juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, yang memberikan mandat kepadanya untuk mengelola Agrinas. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi petani agar sektor pertanian dapat berkembang dan produktif.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menghormati keputusan Joao dan menyebut pengunduran diri itu sebagai langkah profesional yang akan dijalankan sesuai tata kelola perusahaan. Pria kelahiran Timor Timur ini memiliki rekam jejak panjang di sektor konstruksi, pertanian, peternakan, dan industri kreatif. Sebelum memimpin Agrinas, ia pernah menjabat Direktur Utama PT Yodya Karya (Persero) yang kemudian bertransformasi menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara.
Joao juga dikenal aktif di sektor agribisnis dan investasi pertanian, serta menjabat Ketua Dewan Pembina DPW Tani Merdeka Indonesia Nusa Tenggara Timur. Selain itu, ia memiliki latar belakang sebagai mantan aktivis pro-integrasi Timor Timur dengan NKRI, dan memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo sejak masa konflik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Danantara Bakal Suntik Dana ke BUMN Baru Agrinas Pangan Nusantara
Atas kontribusinya di bidang pertahanan dan integrasi nasional, Joao pernah menerima penghargaan Dharma Pertahanan Madya dari Menteri Pertahanan. Di Agrinas, ia mengusung visi inovasi dan efisiensi operasional untuk memperkuat ketahanan pangan, meski pada akhirnya terbentur persoalan dana dan birokrasi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang tercatat, Joao memiliki kekayaan sekitar Rp6,39 miliar. Rincian detail aset tidak dipublikasikan dalam ringkasan laporan, namun jumlah tersebut mencakup kepemilikan harta bergerak maupun tidak bergerak.
(nng)
Lihat Juga :