Platform Vendor Digital Tawarkan Skema Tanpa Komisi
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:10 WIB
loading...
Platform digital pencarian vendor menawarkan model transaksi tanpa komisi untuk mendukung pengadaan barang dan jasa secara elektronik. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Platform digital pencarian vendor CepetDapet.com menawarkan model transaksi tanpa komisi untuk mendukung pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Skema ini diklaim memberi keuntungan setara bagi vendor maupun pihak pengadaan (procurement) melalui harga yang lebih kompetitif.
Sejak hadir pada 2023, CepetDapet memposisikan diri sebagai fasilitator pengadaan berbasis business to business (B2B). Perusahaan, baik sebagai vendor maupun pembeli, hanya dikenakan biaya jika memilih layanan berlangganan.
"Kami tidak mengambil komisi sama sekali dari penjual dan pembeli karena produk atau jasa yang dijual adalah milik vendor sepenuhnya. Dengan begitu, harga bisa lebih kompetitif," ujar Marketing Manager CepetDapet, William Mulia, melalui keterangan tertulis, Rabu (13/8).
Baca Juga: Simantek Resmi Diluncurkan, Pengguna Bisa Fokus Cari Pelanggan
Menurut William, konsep ini bertujuan menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan. “Buat para procurement, biar dapat harga lebih fair dan kompetitif. Harapannya semua pihak sama-sama cuan,” ujarnya.
Hingga kini, CepetDapet telah bekerja sama dengan ratusan perusahaan dari berbagai sektor, mulai industri makanan dan minuman, peralatan laboratorium, hingga alat berat. William optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pertumbuhan ekonomi kreatif dan transaksi daring.
"Kami optimis di masa mendatang akan semakin banyak perusahaan bergabung, termasuk dari mancanegara," katanya.
CepetDapet memberikan akses gratis dengan fitur dan kuota penawaran terbatas agar pengguna bisa mencoba manfaat layanan. Sementara pelanggan berbayar dapat mengakses seluruh fitur tanpa batas, termasuk fasilitas pencarian vendor yang lebih terperinci.
Platform ini, lanjut William, membantu efisiensi proses pengadaan melalui transparansi harga dan pemilihan vendor yang tepat. “Cukup posting satu kali RFQ (request for quotation), sistem akan otomatis mencari beberapa vendor yang sesuai dan mengirimkan penawaran,” jelasnya.
Baca Juga: LKPP Akselerasi Belanja Pemerintah dengan Platform Digital
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pergeseran signifikan konsumsi masyarakat ke belanja daring. Pada kuartal II 2025, sektor ritel online dan marketplace tumbuh 7,55 persen (QoQ). Produk rumah tangga dan kantor bahkan mencatat transaksi Rp72,8 triliun, naik 29,38 persen.
Airlangga menyebut, total transaksi online Indonesia meningkat drastis dari 280 juta transaksi pada 2018 menjadi 3,24 miliar transaksi pada 2024. Angka tersebut diyakini akan terus meningkat seiring adopsi platform digital seperti CepetDapet.
Sejak hadir pada 2023, CepetDapet memposisikan diri sebagai fasilitator pengadaan berbasis business to business (B2B). Perusahaan, baik sebagai vendor maupun pembeli, hanya dikenakan biaya jika memilih layanan berlangganan.
"Kami tidak mengambil komisi sama sekali dari penjual dan pembeli karena produk atau jasa yang dijual adalah milik vendor sepenuhnya. Dengan begitu, harga bisa lebih kompetitif," ujar Marketing Manager CepetDapet, William Mulia, melalui keterangan tertulis, Rabu (13/8).
Baca Juga: Simantek Resmi Diluncurkan, Pengguna Bisa Fokus Cari Pelanggan
Menurut William, konsep ini bertujuan menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan. “Buat para procurement, biar dapat harga lebih fair dan kompetitif. Harapannya semua pihak sama-sama cuan,” ujarnya.
Hingga kini, CepetDapet telah bekerja sama dengan ratusan perusahaan dari berbagai sektor, mulai industri makanan dan minuman, peralatan laboratorium, hingga alat berat. William optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pertumbuhan ekonomi kreatif dan transaksi daring.
"Kami optimis di masa mendatang akan semakin banyak perusahaan bergabung, termasuk dari mancanegara," katanya.
CepetDapet memberikan akses gratis dengan fitur dan kuota penawaran terbatas agar pengguna bisa mencoba manfaat layanan. Sementara pelanggan berbayar dapat mengakses seluruh fitur tanpa batas, termasuk fasilitas pencarian vendor yang lebih terperinci.
Platform ini, lanjut William, membantu efisiensi proses pengadaan melalui transparansi harga dan pemilihan vendor yang tepat. “Cukup posting satu kali RFQ (request for quotation), sistem akan otomatis mencari beberapa vendor yang sesuai dan mengirimkan penawaran,” jelasnya.
Baca Juga: LKPP Akselerasi Belanja Pemerintah dengan Platform Digital
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pergeseran signifikan konsumsi masyarakat ke belanja daring. Pada kuartal II 2025, sektor ritel online dan marketplace tumbuh 7,55 persen (QoQ). Produk rumah tangga dan kantor bahkan mencatat transaksi Rp72,8 triliun, naik 29,38 persen.
Airlangga menyebut, total transaksi online Indonesia meningkat drastis dari 280 juta transaksi pada 2018 menjadi 3,24 miliar transaksi pada 2024. Angka tersebut diyakini akan terus meningkat seiring adopsi platform digital seperti CepetDapet.
(nng)
Lihat Juga :