Jelang Batas Akhir, Penyaluran BSU di Kantorpos Jakarta Centrum Capai 80%
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:40 WIB
loading...
Pekerja menerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 di Kantorpos Jakarta Centrum. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja berpenghasilan rendah melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025. Bantuan sebesar Rp600 ribu ini diberikan kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan, untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Menjelang batas akhir penyaluran yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kantorpos Jakarta Centrum menjadi salah satu titik penyaluran yang aktivitasnya terlihat dinamis. Penerima bantuan datang silih berganti, memastikan mereka tidak melewatkan kesempatan mendapatkan bantuan tersebut.
Eksekutif General Manager (EGM) Kantorpos Jakarta Centrum, Palti Siahaan, mengungkapkan penyaluran di wilayahnya berjalan lancar berkat mobilisasi penuh sumber daya yang ada. "Kita mengerahkan semua tim untuk memastikan subsidi ini tepat sasaran," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (12/8).
Baca Juga: Pos Indonesia Pastikan Penyaluran BSU di Wilayah 3 T Lancar dan Tepat Sasaran
Dari alokasi 245 ribu penerima di wilayah Jakarta Centrum, sebanyak 192 ribu orang atau 80% telah menerima BSU. Sisanya, sekitar 53 ribu penerima, masih terus dihubungi melalui telepon, media sosial, hingga kunjungan langsung ke rumah. “Bahkan ada yang kami bayarkan di rumah sakit karena penerimanya sakit,” kata Palti.
Selain komunikasi langsung, Kantorpos juga memanfaatkan kanal digital seperti WhatsApp blast, Facebook, dan Instagram untuk menyebarluaskan informasi penyaluran. Strategi ini terbukti mempercepat pencairan di lapangan.
Upaya serupa dilakukan di tingkat nasional. Ketua Satgas Penyaluran BSU 2025 Pusat, Andi Rosa, mengatakan pihaknya proaktif mendatangi penerima melalui perwakilan perusahaan, menghubungi lewat WA call, hingga bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). “Di daerah 3T, kami membayar langsung di lokasi agar penerima tidak perlu menempuh jarak jauh,” jelasnya.
Bagi Andi, BSU bukan sekadar angka, melainkan bantuan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. "Bantuan ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi PT Pos, ini juga kesempatan memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.
Sejumlah penerima mengaku puas dengan pelayanan Kantorpos. Reza, warga Jakarta, mengaku dihubungi sehari sebelum tenggat pencairan. “Cuma bawa KTP dan kartu BPJS Ketenagakerjaan, prosesnya cepat dan tidak ribet,” katanya. Bantuan tersebut akan ia gunakan untuk kebutuhan keluarga kecilnya.
Livardi Budiman, staf gudang sebuah perusahaan bakery, juga merasakan kemudahan serupa. “Pelayanannya cepat, satpam langsung mengarahkan ke loket. BSU ini sangat membantu biaya pendidikan anak-anak,” ucap ayah tiga anak itu.
Baca Juga: Salurkan BSU di Batam, Pos Indonesia Layani Ratusan Penerima per Hari
Penerima lainnya, Syahroni, menuturkan langkah awal pencairan adalah mengecek status melalui aplikasi Pospay. "Kalau dapat barcode, baru bisa ambil BSU," jelasnya. Bantuan yang diterimanya akan digunakan membeli kebutuhan rumah tangga dan susu anak.
Para penerima berharap BSU tetap berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Mereka juga meminta pihak pos lebih aktif mengonfirmasi penerima yang belum hadir. Sementara Andi Rosa mengimbau masyarakat segera mengecek status penerimaan melalui aplikasi Pospay atau kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan. "Kalau ada kendala, hubungi Halo Pos di 161. Kami siap jemput bola," tegasnya.
Program BSU 2025 mensyaratkan penerima adalah WNI dengan NIK valid, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 April 2025, berpenghasilan maksimal Rp3,5 juta, bukan ASN/TNI/Polri, dan tidak sedang menerima PKH. Di balik angka jutaan penerima, ada kisah sederhana tentang bagaimana Rp600 ribu menjadi penopang tambahan bagi keluarga pekerja dari membeli susu anak hingga membayar biaya sekolah.
Menjelang batas akhir penyaluran yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kantorpos Jakarta Centrum menjadi salah satu titik penyaluran yang aktivitasnya terlihat dinamis. Penerima bantuan datang silih berganti, memastikan mereka tidak melewatkan kesempatan mendapatkan bantuan tersebut.
Eksekutif General Manager (EGM) Kantorpos Jakarta Centrum, Palti Siahaan, mengungkapkan penyaluran di wilayahnya berjalan lancar berkat mobilisasi penuh sumber daya yang ada. "Kita mengerahkan semua tim untuk memastikan subsidi ini tepat sasaran," ujarnya dalam pernyataannya, Rabu (12/8).
Baca Juga: Pos Indonesia Pastikan Penyaluran BSU di Wilayah 3 T Lancar dan Tepat Sasaran
Dari alokasi 245 ribu penerima di wilayah Jakarta Centrum, sebanyak 192 ribu orang atau 80% telah menerima BSU. Sisanya, sekitar 53 ribu penerima, masih terus dihubungi melalui telepon, media sosial, hingga kunjungan langsung ke rumah. “Bahkan ada yang kami bayarkan di rumah sakit karena penerimanya sakit,” kata Palti.
Selain komunikasi langsung, Kantorpos juga memanfaatkan kanal digital seperti WhatsApp blast, Facebook, dan Instagram untuk menyebarluaskan informasi penyaluran. Strategi ini terbukti mempercepat pencairan di lapangan.
Upaya serupa dilakukan di tingkat nasional. Ketua Satgas Penyaluran BSU 2025 Pusat, Andi Rosa, mengatakan pihaknya proaktif mendatangi penerima melalui perwakilan perusahaan, menghubungi lewat WA call, hingga bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal). “Di daerah 3T, kami membayar langsung di lokasi agar penerima tidak perlu menempuh jarak jauh,” jelasnya.
Bagi Andi, BSU bukan sekadar angka, melainkan bantuan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. "Bantuan ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi PT Pos, ini juga kesempatan memberikan pelayanan terbaik," ujarnya.
Sejumlah penerima mengaku puas dengan pelayanan Kantorpos. Reza, warga Jakarta, mengaku dihubungi sehari sebelum tenggat pencairan. “Cuma bawa KTP dan kartu BPJS Ketenagakerjaan, prosesnya cepat dan tidak ribet,” katanya. Bantuan tersebut akan ia gunakan untuk kebutuhan keluarga kecilnya.
Livardi Budiman, staf gudang sebuah perusahaan bakery, juga merasakan kemudahan serupa. “Pelayanannya cepat, satpam langsung mengarahkan ke loket. BSU ini sangat membantu biaya pendidikan anak-anak,” ucap ayah tiga anak itu.
Baca Juga: Salurkan BSU di Batam, Pos Indonesia Layani Ratusan Penerima per Hari
Penerima lainnya, Syahroni, menuturkan langkah awal pencairan adalah mengecek status melalui aplikasi Pospay. "Kalau dapat barcode, baru bisa ambil BSU," jelasnya. Bantuan yang diterimanya akan digunakan membeli kebutuhan rumah tangga dan susu anak.
Para penerima berharap BSU tetap berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Mereka juga meminta pihak pos lebih aktif mengonfirmasi penerima yang belum hadir. Sementara Andi Rosa mengimbau masyarakat segera mengecek status penerimaan melalui aplikasi Pospay atau kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan. "Kalau ada kendala, hubungi Halo Pos di 161. Kami siap jemput bola," tegasnya.
Program BSU 2025 mensyaratkan penerima adalah WNI dengan NIK valid, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per 30 April 2025, berpenghasilan maksimal Rp3,5 juta, bukan ASN/TNI/Polri, dan tidak sedang menerima PKH. Di balik angka jutaan penerima, ada kisah sederhana tentang bagaimana Rp600 ribu menjadi penopang tambahan bagi keluarga pekerja dari membeli susu anak hingga membayar biaya sekolah.
(nng)
Lihat Juga :