Komitmen Keberlanjutan, Smelter Arsari Tambang Pakai 100% Listrik Energi Terbarukan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:24 WIB
loading...
Komitmen Keberlanjutan,...
Listrik yang digunakan di fasilitas smelter Arsari Tambang kini bersumber dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sarula serta pembangkit listrik tenaga air di Aceh dan Sumatera Utara. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Arsari Tambang menyatakan, bahwa fasilitas smelter yang dimilikinya kini sepenuhnya menggunakan listrik dari energi terbarukan . Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan target nol emisi.

Menurut Aryo, peralihan ini dimungkinkan setelah Pulau Bangka terhubung dengan jaringan listrik Pulau Sumatera. Listrik yang digunakan di smelter kini bersumber dari pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sarula serta pembangkit listrik tenaga air di Aceh dan Sumatera Utara.

“Dengan bangga saya sampaikan bahwa kini smelter Arsari Tambang dipasok listrik dari pembangkit energi terbarukan di Sumatera,” ujar Aryo, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: Transisi Energi Bersih, Arsari Tambang Komitmen ESG Jadi Prioritas

Meskipun penggunaan listrik EBT sudah mencapai 100% di fasilitas pemurnian, Aryo mengakui bahwa pengoperasian alat-alat berat di pertambangan masih bergantung pada bahan bakar solar. Namun, menurutnya, upaya untuk mencapai net zero secara keseluruhan masih berada di kisaran 60 hingga 70%, dengan target penyelesaian dalam waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Aryo menegaskan bahwa langkah ini juga merupakan respon terhadap tuntutan pasar global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan. Ia mengatakan bahwa lebih dari 50 persen penggunaan timah dunia saat ini terkait dengan industri semikonduktor dan elektronik, yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dalam rantai pasokannya. "Kita sebagai penambang harus mengikuti permintaan pasar. Pelanggan adalah raja," katanya.

Selain pengurangan emisi, PT Arsari Tambang juga memiliki prestasi dalam program rehabilitasi lingkungan. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat tingkat keberhasilan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Krakas, Bangka Tengah mencapai 91 persen. Jenis tanaman yang digunakan dalam program tersebut antara lain jambu mete, cemara udang, dan kayu putih. Menurut Aryo, penanaman pohon-pohon produktif ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Perusahaan juga mulai melakukan restorasi ekosistem laut, terutama terumbu karang di daerah Belinyu, Induk Bangka. Aryo menyebut langkah ini sebagai bagian dari reklamasi tambang laut dan menjadikan Arsari Tambang sebagai perusahaan timah pertama di Indonesia yang secara aktif melakukannya.

Baca Juga: Ogah Dituding Raup Cuan dari Proyek IKN Nusantara, Begini Jawaban Bos Arsari Group

Dari sisi bisnis, perusahaan menargetkan produksi 2.000 ton per tahun dengan proyeksi omzet minimal Rp1 triliun. Meskipun ekspor, terutama ke China, masih menjadi pasar utama, Aryo menekankan bahwa pasar domestik saat ini sudah tumbuh secara signifikan.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan Badan Pengusahaan Batam dalam mendukung percepatan kawasan ekonomi khusus dan kawasan perdagangan bebas di wilayah di mana Arsari Tambang membangun pabrik hilirisasi timah, yaitu solder.

Aryo menegaskan, meski perusahaan menggandeng mitra asing, kepemilikan mayoritas tetap berada di tangan anak bangsa. "Mitra asing hanya memegang saham minoritas. Kepemilikan mayoritas tetap milik putra-putri terbaik Indonesia," katanya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Rekomendasi
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Berita Terkini
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved