APDI dan Ikappi Minta Pemerintah Turun Tangan Kendalikan Harga Daging

Kamis, 14 Agustus 2025 - 12:46 WIB
loading...
APDI dan Ikappi Minta...
Asosiasi pedagang meminta pemerintah turun tangan dalam upaya mengendalikan harga daging. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) meminta pemerintah memperkuat peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam upaya mengendalikan harga daging yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua Umum APDI Asnawi mengatakan, saat ini peran BUMN, yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), masih sebatas fasilitator. Kondisi ini membuat tata niaga daging didominasi pihak swasta sehingga harga di pasar sulit dikendalikan.

"Kalau BUMN hanya jadi fasilitator, dampaknya tata niaga dikuasai oknum swasta. Mereka hanya menerima fee, sementara distribusi di lapangan tidak tertangani," ujarnya di Jakarta, Rabu (13/8).

Baca Juga: Indonesia Masih Nego Tarif Trump, Minta Komoditas Kopi hingga Nikel Bebas Tarif ke AS

Menurut Asnawi, tingginya harga daging tidak semata disebabkan minimnya pasokan. Ia menilai stok sebenarnya melimpah, namun rantai distribusi dikendalikan segelintir pihak.

"Stok daging banyak, tetapi harga di pasar naik karena ada pihak yang menguasai dari hulu hingga hilir," katanya.

Ia menambahkan, masuknya daging olahan impor dengan harga lebih murah membuat persaingan tidak sehat. Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah membuka keran impor daging segar, termasuk daging kerbau dari India, agar harga lebih kompetitif.

Pemerintah sebelumnya telah memberikan penugasan impor kepada PT Berdikari dan PT PPI. Namun, Asnawi menilai, setelah harga kembali stabil, distribusi kembali dikuasai pihak swasta sehingga harga kembali bergerak naik.

Sementara itu, Ketua Ikappi Abdullah Mansuri juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menekan harga daging sapi di pasar. Menurutnya, tren kenaikan harga yang terjadi belakangan ini tergolong tidak lazim.

"Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga kenaikan harga daging berdampak pada penurunan penjualan. Banyak pedagang beralih menjual komoditas lain seperti ayam dan ikan," ujarnya.

Baca Juga: Anis Syok Tagihan Pajak Naik 800 Persen, Ini Respons Bapenda Jombang

Ia menambahkan, pasokan daging kerbau ke pasar juga masih terbatas dengan harga yang lebih tinggi, sehingga tidak mampu menahan kenaikan harga daging sapi.

Kedua asosiasi tersebut berharap pemerintah dapat meningkatkan peran BUMN tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga pengelola distribusi secara langsung agar harga daging lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved