Tarif Trump 50% Memicu Seruan Boikot Produk Amerika di India

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:19 WIB
loading...
A A A
Manish Chowdhary, salah satu pendiri Wow Skin Science dari India, mengunggah pesan video di LinkedIn yang mendesak dukungan untuk para petani dan startup agar menjadikan "Made in India" sebagai "obsesi global," dan meminta agar India bisa belajar dari Korea Selatan yang produk makanan dan kecantikannya terkenal di seluruh dunia.

"Kami telah mengantri untuk produk dari ribuan mil jauhnya. Kami dengan bangga menghabiskan uang untuk brand yang tidak kami miliki, sementara pembuat kami sendiri berjuang untuk mendapatkan perhatian di negara mereka sendiri," katanya.

Sedangkan Rahm Shastry, CEO DriveU dari India, yang menyediakan layanan transportasi online, menulis di LinkedIn: "India harus memiliki Twitter/Google/YouTube/WhatsApp/FB yang dibuat sendiri - seperti yang dimiliki China."

Untuk bersikap adil, perusahaan ritel India memberikan persaingan ketat kepada brand asing seperti Starbucks di pasar domestik, tetapi untuk go global masih menjadi tantangan. Namun perusahaan layanan TI India berperan lebih besar dalam ekonomi global, dengan perusahaan-perusahaan seperti TCS dan Infosys menyediakan solusi perangkat lunak kepada klien di seluruh dunia.

Pada hari Minggu, Modi menyerukan secara khusus untuk menjadi mandiri, Ia memberitahukan kepada sekelompok orang di Bengaluru bahwa perusahaan teknologi India membuat produk untuk dunia, tetapi 'sekarang adalah waktu bagi kita untuk memberikan lebih banyak prioritas pada kebutuhan India.'

Baca Juga: Sama-sama Digebuk Tarif 50%, Brasil dan India Kompak Melawan AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Bintang Senegal Boikot...
Bintang Senegal Boikot Timnas Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
ART RI-AS Dinilai Tidak...
ART RI-AS Dinilai Tidak Mencerminkan Prinsip Timbal Balik, Indonesia Tanggung Beban Lebih Besar
Rekomendasi
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved