Permintaan Tinggi, Layanan Pengiriman Berpendingin KAI Logistik Capai 173.484 Ton
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:36 WIB
loading...
KAI Logistik mencatatkan kinerja positif pada layanan pengiriman berpendingin. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan kinerja positif pada layanan pengiriman berpendingin (Reefer Container). Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini melaporkan pertumbuhan volume sebesar 16% pada periode Januari hingga Juli 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara total, volume pengiriman melalui layanan Reefer Container mencapai 173.484 ton pada tujuh bulan pertama tahun ini, naik dari 149.598 ton pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan logistik yang mampu menjaga mutu produk, terutama di sektor pangan dan farmasi, yang memerlukan pengendalian suhu ketat.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menjelaskan layanan ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan nasional. "Mayoritas pengiriman komoditas mudah rusak didominasi rute Surabaya–Jakarta untuk memenuhi konsumsi wilayah barat Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek," ujar Riyanta dalam keterangannya, Jumat (15/8).
Baca Juga: Perluas Jangkauan, KAI Logistik Tambah 43 Titik Layanan Baru
Menurut dia komoditas yang dikirim melalui jalur ini umumnya berasal dari hasil laut maupun produk impor. Dengan memanfaatkan jaringan perkeretaapian dan fasilitas cold chain, pengiriman menjadi lebih cepat, aman, dan terukur.
Selain rute utama, jalur Jakarta–Surabaya dan Surabaya–Semarang Tawang juga mencatat volume yang signifikan. Hal ini menunjukkan peran KAI Logistik sebagai penghubung penting bagi arus barang antar-kota besar.
Kinerja puncak layanan ini terjadi pada Mei 2025, dengan volume pengiriman mencapai 29.574 ton. Peningkatan ini didorong oleh momentum hari besar keagamaan, yang membuktikan keandalan layanan cold chain dalam menghadapi lonjakan permintaan pasar.
Baca Juga: KAI Logistik Kirim 270 Gerbong Datar ke Sumatera, Targetkan Angkutan 20 Juta Ton
Layanan ini didukung oleh fasilitas depot Plug In Reefer Container di lokasi strategis seperti Depo Sarwajala, Terminal Kalimas Surabaya, dan Terminal Sungai Lagoa Jakarta. Fasilitas tersebut memastikan pasokan listrik bagi kontainer tetap terjaga, sehingga suhu komoditas tetap stabil hingga mencapai tujuan akhir.
Secara total, volume pengiriman melalui layanan Reefer Container mencapai 173.484 ton pada tujuh bulan pertama tahun ini, naik dari 149.598 ton pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan logistik yang mampu menjaga mutu produk, terutama di sektor pangan dan farmasi, yang memerlukan pengendalian suhu ketat.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menjelaskan layanan ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan nasional. "Mayoritas pengiriman komoditas mudah rusak didominasi rute Surabaya–Jakarta untuk memenuhi konsumsi wilayah barat Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek," ujar Riyanta dalam keterangannya, Jumat (15/8).
Baca Juga: Perluas Jangkauan, KAI Logistik Tambah 43 Titik Layanan Baru
Menurut dia komoditas yang dikirim melalui jalur ini umumnya berasal dari hasil laut maupun produk impor. Dengan memanfaatkan jaringan perkeretaapian dan fasilitas cold chain, pengiriman menjadi lebih cepat, aman, dan terukur.
Selain rute utama, jalur Jakarta–Surabaya dan Surabaya–Semarang Tawang juga mencatat volume yang signifikan. Hal ini menunjukkan peran KAI Logistik sebagai penghubung penting bagi arus barang antar-kota besar.
Kinerja puncak layanan ini terjadi pada Mei 2025, dengan volume pengiriman mencapai 29.574 ton. Peningkatan ini didorong oleh momentum hari besar keagamaan, yang membuktikan keandalan layanan cold chain dalam menghadapi lonjakan permintaan pasar.
Baca Juga: KAI Logistik Kirim 270 Gerbong Datar ke Sumatera, Targetkan Angkutan 20 Juta Ton
Layanan ini didukung oleh fasilitas depot Plug In Reefer Container di lokasi strategis seperti Depo Sarwajala, Terminal Kalimas Surabaya, dan Terminal Sungai Lagoa Jakarta. Fasilitas tersebut memastikan pasokan listrik bagi kontainer tetap terjaga, sehingga suhu komoditas tetap stabil hingga mencapai tujuan akhir.
(nng)
Lihat Juga :