Miliarder F1 Singapura Didenda Rp376 Juta Keseret Skandal Suap Eks Menteri, Tapi Bebas dari Penjara
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 23:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat vonisnya pada hari Jumat, Hakim Lee Lit Cheng mengatakan bahwa hukuman yang tepat untuk Ong seharusnya tiga bulan penjara, tetapi penjara dapat "membahayakan (hidup)nya."
Ong lantas merespons bahwa ia akan mengatur perjalanan Iswaran dari Doha ke Singapura dengan penerbangan komersial. Tapi Iswaran hanya meminta perusahaan Ong untuk menagih biaya tiket kelas bisnis, yang dikatakan bernilai 5.700 dolar Singapura, setelah dia mengetahui bahwa biro korupsi Singapura sedang menyelidiki penerbangan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan dalam kasus lain yang melibatkan rekan-rekan Ong.
Menteri di Singapura berdasarkan aturan tidak dapat menyimpan hadiah, kecuali mereka membayar nilai hadiah tersebut kepada pemerintah, dan mereka harus mengungkapkan apa pun yang mereka terima dari orang-orang yang memiliki hubungan bisnis dengannya.
Sang Mantan Menteri tersebut dipenjara tahun lalu setelah menerima hadiah yang meliputi tiket Grand Prix Singapura, menginap di hotel mewah, dan barang berharga lainnya saat masih menjabat. Dakwaan terhadap Ong terkait dengan perjalanan ke perempat final Piala Dunia FIFA 2022 di Doha, di mana dia mengundang Iswaran.
Sebagai informasi, Ong lahir di Malaysia pada tahun 1946 - yang saat itu merupakan Malaya -. Kemudian Ong pindah ke Singapura sebagai seorang anak dan mendirikan perusahaan hotel dan properti pada tahun 1980-an.
Skandal Hadiah Mengejutkan Singapura
Pada bulan Desember 2022, Ong mengundang Iswaran dalam perjalanan ke Qatar, dengan mengatakan bahwa ia akan menanggung biayanya, termasuk akomodasi hotel dan penerbangan ke Doha dengan jet pribadi Ong. Iswaran menerima undangan tersebut tetapi mengatakan, bahwa ia perlu kembali ke Singapura pada tanggal tertentu.Ong lantas merespons bahwa ia akan mengatur perjalanan Iswaran dari Doha ke Singapura dengan penerbangan komersial. Tapi Iswaran hanya meminta perusahaan Ong untuk menagih biaya tiket kelas bisnis, yang dikatakan bernilai 5.700 dolar Singapura, setelah dia mengetahui bahwa biro korupsi Singapura sedang menyelidiki penerbangan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan dalam kasus lain yang melibatkan rekan-rekan Ong.
Menteri di Singapura berdasarkan aturan tidak dapat menyimpan hadiah, kecuali mereka membayar nilai hadiah tersebut kepada pemerintah, dan mereka harus mengungkapkan apa pun yang mereka terima dari orang-orang yang memiliki hubungan bisnis dengannya.
Sang Mantan Menteri tersebut dipenjara tahun lalu setelah menerima hadiah yang meliputi tiket Grand Prix Singapura, menginap di hotel mewah, dan barang berharga lainnya saat masih menjabat. Dakwaan terhadap Ong terkait dengan perjalanan ke perempat final Piala Dunia FIFA 2022 di Doha, di mana dia mengundang Iswaran.
Sebagai informasi, Ong lahir di Malaysia pada tahun 1946 - yang saat itu merupakan Malaya -. Kemudian Ong pindah ke Singapura sebagai seorang anak dan mendirikan perusahaan hotel dan properti pada tahun 1980-an.
Lihat Juga :