Hadapi Tekanan Ganda, Perang Dagang Hantam Jantung Ekonomi China

Minggu, 17 Agustus 2025 - 21:39 WIB
loading...
A A A
Selain sektor properti, aktivitas manufaktur juga terganggu akibat cuaca ekstrem. Gelombang panas yang memecahkan rekor, badai, dan banjir di sejumlah wilayah menekan produktivitas. Output industri hanya tumbuh 5,7% pada Juli, terendah sejak November 2024, dan turun dari 6,8% pada Juni.

Investasi di bidang peralatan pabrik juga melambat, hanya naik 1,6% pada tujuh bulan pertama 2025, lebih rendah dari perkiraan 2,7%. Ekonom memperingatkan ketergantungan China pada belanja pemerintah semakin tinggi, sementara efek stimulus awal tahun mulai memudar.

"Masalahnya, upaya dukungan pemerintah sudah digelontorkan lebih awal pada awal 2025, dan sekarang dampaknya mulai berkurang," kata Xu Tianchen dari Economist Intelligence Unit. Hal senada disampaikan ekonom Capital Economics, Zichun Huang, yang menilai prospek pemulihan tahun ini masih terbatas. "Tidak adanya komitmen untuk dukungan fiskal tambahan dalam pertemuan Politburo terbaru menunjukkan hilangnya dorongan fiskal," ujarnya.

Perlambatan ekonomi ini terjadi meskipun China dan AS sempat mencapai gencatan dagang pada Mei lalu, setelah kedua pihak saling memberlakukan tarif lebih dari 100%. Perjanjian tersebut diperpanjang hingga November, namun ketidakpastian kebijakan tetap membebani sentimen bisnis dan rumah tangga.

Ekonom senior Allianz, Mohamed El-Erian, menyebut tren pelemahan ini sebagai sinyal bahaya bagi pembuat kebijakan di Beijing. "Tekanan perang dagang yang meningkat menjadi tantangan besar bagi pertumbuhan,” katanya, dikutip dari Telegraph.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved