3 Negara Terkaya di Dunia Menurut Global Wealth Report 2025, China Masih Kalah dengan AS
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
AS dan China bersama-sama menguasai lebih dari setengah kekayaan pribadi global yang tercatat dalam laporan ini. Konsentrasi kekayaan yang tinggi di dua ekonomi terbesar dunia ini menegaskan kesenjangan yang masih lebar dalam distribusi kekayaan internasional.
Laporan ini juga mengungkap fenomena kelompok baru yang disebut EMILLIs atau Everyday Millionaires. Kelompok ini terdiri atas individu dengan kekayaan bersih antara USD 1 juta hingga USD 5 juta atau setara Rp16,3 miliar hingga Rp81,5 miliar. Sejak tahun 2000, jumlah EMILLIs melonjak signifikan, mencerminkan tumbuhnya kelas menengah atas di berbagai negara, termasuk di Asia.
Pertumbuhan kekayaan rumah tangga di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif, meski masih lebih moderat dibandingkan Amerika Serikat. Kondisi ini mengindikasikan penguatan ekonomi regional yang berkelanjutan, seiring meningkatnya investasi dan konsumsi domestik.
Di AS, pertumbuhan kekayaan rumah tangga sangat pesat. Faktor pendorong utamanya meliputi inovasi teknologi, perkembangan pasar modal yang agresif, serta kebijakan fiskal yang pro-investasi. Kondisi ini memperluas kesempatan akumulasi kekayaan di berbagai sektor, termasuk teknologi, energi, dan jasa keuangan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes Agustus 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.490 Triliun
Laporan ini juga mengungkap fenomena kelompok baru yang disebut EMILLIs atau Everyday Millionaires. Kelompok ini terdiri atas individu dengan kekayaan bersih antara USD 1 juta hingga USD 5 juta atau setara Rp16,3 miliar hingga Rp81,5 miliar. Sejak tahun 2000, jumlah EMILLIs melonjak signifikan, mencerminkan tumbuhnya kelas menengah atas di berbagai negara, termasuk di Asia.
Pertumbuhan kekayaan rumah tangga di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif, meski masih lebih moderat dibandingkan Amerika Serikat. Kondisi ini mengindikasikan penguatan ekonomi regional yang berkelanjutan, seiring meningkatnya investasi dan konsumsi domestik.
Di AS, pertumbuhan kekayaan rumah tangga sangat pesat. Faktor pendorong utamanya meliputi inovasi teknologi, perkembangan pasar modal yang agresif, serta kebijakan fiskal yang pro-investasi. Kondisi ini memperluas kesempatan akumulasi kekayaan di berbagai sektor, termasuk teknologi, energi, dan jasa keuangan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes Agustus 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.490 Triliun
Lihat Juga :