3 Negara Terkaya di Dunia Menurut Global Wealth Report 2025, China Masih Kalah dengan AS
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:47 WIB
loading...
Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan dominasinya sebagai negara dengan total kekayaan rumah tangga terbesar di dunia pada 2025. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan dominasinya sebagai negara dengan total kekayaan rumah tangga terbesar di dunia pada 2025. Berdasarkan Global Wealth Report 2025, total kekayaan rumah tangga AS tercatat sekitar USD 163 triliun atau setara Rp2.656 kuadriliun. Dominasi ini didukung fundamental ekonomi yang kuat, stabilitas nilai tukar dolar, serta dinamika pasar keuangan yang positif.
China menempati posisi kedua dengan total kekayaan rumah tangga mencapai USD 91 triliun atau sekitar Rp1.483 kuadriliun. Pencapaian ini mencerminkan transformasi ekonomi Negeri Tirai Bambu menjadi pusat inovasi teknologi sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia dan global.
Jepang berada di peringkat ketiga dengan kekayaan rumah tangga sebesar USD 21 triliun atau sekitar Rp342 kuadriliun. Stabilitas sektor finansial dan basis industri yang mapan membuat Negeri Sakura mampu mempertahankan posisinya di jajaran tiga besar negara terkaya dunia.
Baca Juga: 10 Pemimpin Terkaya di Dunia, Salah Satunya Memiliki Kekayaan Senilai Rp3.227 Triliun
Selain menghitung total kekayaan, laporan tersebut juga menyoroti median kekayaan per orang dewasa. Luxembourg menduduki peringkat teratas kategori ini, diikuti Australia dan Belgia. Ketiga negara tersebut menunjukkan distribusi kekayaan yang lebih merata dibandingkan negara-negara dengan kekayaan absolut tinggi.
AS dan China bersama-sama menguasai lebih dari setengah kekayaan pribadi global yang tercatat dalam laporan ini. Konsentrasi kekayaan yang tinggi di dua ekonomi terbesar dunia ini menegaskan kesenjangan yang masih lebar dalam distribusi kekayaan internasional.
Laporan ini juga mengungkap fenomena kelompok baru yang disebut EMILLIs atau Everyday Millionaires. Kelompok ini terdiri atas individu dengan kekayaan bersih antara USD 1 juta hingga USD 5 juta atau setara Rp16,3 miliar hingga Rp81,5 miliar. Sejak tahun 2000, jumlah EMILLIs melonjak signifikan, mencerminkan tumbuhnya kelas menengah atas di berbagai negara, termasuk di Asia.
Pertumbuhan kekayaan rumah tangga di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif, meski masih lebih moderat dibandingkan Amerika Serikat. Kondisi ini mengindikasikan penguatan ekonomi regional yang berkelanjutan, seiring meningkatnya investasi dan konsumsi domestik.
Di AS, pertumbuhan kekayaan rumah tangga sangat pesat. Faktor pendorong utamanya meliputi inovasi teknologi, perkembangan pasar modal yang agresif, serta kebijakan fiskal yang pro-investasi. Kondisi ini memperluas kesempatan akumulasi kekayaan di berbagai sektor, termasuk teknologi, energi, dan jasa keuangan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes Agustus 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.490 Triliun
Secara keseluruhan, laporan tersebut menegaskan bahwa tiga negara dengan total kekayaan rumah tangga terbesar dunia pada 2025 adalah Amerika Serikat, China, dan Jepang. Di sisi lain, Luxembourg, Australia, dan Belgia unggul dalam pemerataan kekayaan per individu dewasa.
Data ini menjadi cerminan nyata bahwa kekayaan global masih terpusat di negara-negara ekonomi besar, sementara ketimpangan distribusi kekayaan tetap menjadi tantangan utama.
Global Wealth Report 2025 juga memberikan gambaran penting bagi pembuat kebijakan di berbagai negara. Pemahaman tentang distribusi kekayaan global ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan sosial, termasuk strategi pengurangan ketimpangan dan penguatan daya saing ekonomi nasional.
China menempati posisi kedua dengan total kekayaan rumah tangga mencapai USD 91 triliun atau sekitar Rp1.483 kuadriliun. Pencapaian ini mencerminkan transformasi ekonomi Negeri Tirai Bambu menjadi pusat inovasi teknologi sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia dan global.
Jepang berada di peringkat ketiga dengan kekayaan rumah tangga sebesar USD 21 triliun atau sekitar Rp342 kuadriliun. Stabilitas sektor finansial dan basis industri yang mapan membuat Negeri Sakura mampu mempertahankan posisinya di jajaran tiga besar negara terkaya dunia.
Baca Juga: 10 Pemimpin Terkaya di Dunia, Salah Satunya Memiliki Kekayaan Senilai Rp3.227 Triliun
Selain menghitung total kekayaan, laporan tersebut juga menyoroti median kekayaan per orang dewasa. Luxembourg menduduki peringkat teratas kategori ini, diikuti Australia dan Belgia. Ketiga negara tersebut menunjukkan distribusi kekayaan yang lebih merata dibandingkan negara-negara dengan kekayaan absolut tinggi.
AS dan China bersama-sama menguasai lebih dari setengah kekayaan pribadi global yang tercatat dalam laporan ini. Konsentrasi kekayaan yang tinggi di dua ekonomi terbesar dunia ini menegaskan kesenjangan yang masih lebar dalam distribusi kekayaan internasional.
Laporan ini juga mengungkap fenomena kelompok baru yang disebut EMILLIs atau Everyday Millionaires. Kelompok ini terdiri atas individu dengan kekayaan bersih antara USD 1 juta hingga USD 5 juta atau setara Rp16,3 miliar hingga Rp81,5 miliar. Sejak tahun 2000, jumlah EMILLIs melonjak signifikan, mencerminkan tumbuhnya kelas menengah atas di berbagai negara, termasuk di Asia.
Pertumbuhan kekayaan rumah tangga di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif, meski masih lebih moderat dibandingkan Amerika Serikat. Kondisi ini mengindikasikan penguatan ekonomi regional yang berkelanjutan, seiring meningkatnya investasi dan konsumsi domestik.
Di AS, pertumbuhan kekayaan rumah tangga sangat pesat. Faktor pendorong utamanya meliputi inovasi teknologi, perkembangan pasar modal yang agresif, serta kebijakan fiskal yang pro-investasi. Kondisi ini memperluas kesempatan akumulasi kekayaan di berbagai sektor, termasuk teknologi, energi, dan jasa keuangan.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes Agustus 2025, Total Kekayaan Tembus Rp2.490 Triliun
Secara keseluruhan, laporan tersebut menegaskan bahwa tiga negara dengan total kekayaan rumah tangga terbesar dunia pada 2025 adalah Amerika Serikat, China, dan Jepang. Di sisi lain, Luxembourg, Australia, dan Belgia unggul dalam pemerataan kekayaan per individu dewasa.
Data ini menjadi cerminan nyata bahwa kekayaan global masih terpusat di negara-negara ekonomi besar, sementara ketimpangan distribusi kekayaan tetap menjadi tantangan utama.
Global Wealth Report 2025 juga memberikan gambaran penting bagi pembuat kebijakan di berbagai negara. Pemahaman tentang distribusi kekayaan global ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan sosial, termasuk strategi pengurangan ketimpangan dan penguatan daya saing ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :