Persaingan DPK Ketat, Bank Raya Perkuat Ekosistem Digital dan Kolaborasi
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 19:38 WIB
loading...
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, dalam konferensi pers Pesta Raya 2025 di Jakarta, Jumat (22/8). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menegaskan persaingan mendapatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) di industri perbankan masih sangat ketat. Namun, di tengah tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang telah terjadi empat kali sepanjang 2025, Bank Raya melihat adanya peluang besar untuk mendorong perputaran dana di masyarakat.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, dalam konferensi pers Pesta Raya 2025, menjelaskan bahwa posisi rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) Bank Raya masih berada pada angka 86 persen. Angka ini dinilai cukup aman (ample), begitu pula rasio cakupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) yang jauh di atas persyaratan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Bank Raya Gelar Pesta Raya 2025, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan Digital
Meski demikian, Kicky tidak menampik tantangan dari sisi biaya dana (cost of fund) yang masih dihadapi oleh perbankan. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Raya berfokus pada strategi peningkatan digital saving yang menjadi salah satu prioritas utama.
"Digital saving sendiri sampai dengan Juni kemarin kita di angka Rp1,5 triliun. Ini sebenarnya tumbuh relatif baik, karena kami tumbuh secara year on year itu di angka 66 persen-an untuk digital saving," ujar Kicky.
Bank Raya menargetkan pertumbuhan digital saving hingga Rp2 triliun pada akhir tahun ini. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan berbagai program dan fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah dan volume transaksi.
Selain melalui program Pesta Raya, Bank Raya juga gencar memperkuat brand awareness atau kesadaran mereknya. Berbagai strategi telah dijalankan, termasuk kemitraan strategis dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sponsor acara olahraga seperti padel, hingga menggelar konser musik dan acara lari di berbagai kota seperti Surabaya.
Sebagai bagian dari BRI Group, Bank Raya mendapatkan keistimewaan untuk masuk ke dalam ekosistem BRI. Hal ini tidak hanya sebatas kolaborasi antar perusahaan, tetapi juga membuka akses ke nasabah-nasabah BRI yang sangat luas.
Sebagai contoh, Kicky menuturkan kolaborasi dengan SRC, di mana Bank Raya memberikan dukungan kepada 250 ribu toko yang tergabung dalam jaringan tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan akuisisi nasabah dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Raya Ajak Anak Muda Persiapkan Masa Depan dengan Bijak Kelola Keuangan dan Investasi
Dalam upayanya mendorong volume transaksi, Bank Raya juga terus mengembangkan fitur-fitur baru pada aplikasinya. Saat ini, dua fitur baru sedang dalam proses menunggu persetujuan dari OJK dan BRI.
"Kami sekarang sedang menunggu release dari dua features baru, harapannya tentunya nanti di kuartal ketiga atau keempat ini, kami sudah bisa release," ungkap Kicky.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, dalam konferensi pers Pesta Raya 2025, menjelaskan bahwa posisi rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) Bank Raya masih berada pada angka 86 persen. Angka ini dinilai cukup aman (ample), begitu pula rasio cakupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) yang jauh di atas persyaratan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Bank Raya Gelar Pesta Raya 2025, Pacu Literasi dan Inklusi Keuangan Digital
Meski demikian, Kicky tidak menampik tantangan dari sisi biaya dana (cost of fund) yang masih dihadapi oleh perbankan. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Raya berfokus pada strategi peningkatan digital saving yang menjadi salah satu prioritas utama.
"Digital saving sendiri sampai dengan Juni kemarin kita di angka Rp1,5 triliun. Ini sebenarnya tumbuh relatif baik, karena kami tumbuh secara year on year itu di angka 66 persen-an untuk digital saving," ujar Kicky.
Bank Raya menargetkan pertumbuhan digital saving hingga Rp2 triliun pada akhir tahun ini. Target tersebut diharapkan dapat dicapai dengan berbagai program dan fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah dan volume transaksi.
Selain melalui program Pesta Raya, Bank Raya juga gencar memperkuat brand awareness atau kesadaran mereknya. Berbagai strategi telah dijalankan, termasuk kemitraan strategis dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sponsor acara olahraga seperti padel, hingga menggelar konser musik dan acara lari di berbagai kota seperti Surabaya.
Sebagai bagian dari BRI Group, Bank Raya mendapatkan keistimewaan untuk masuk ke dalam ekosistem BRI. Hal ini tidak hanya sebatas kolaborasi antar perusahaan, tetapi juga membuka akses ke nasabah-nasabah BRI yang sangat luas.
Sebagai contoh, Kicky menuturkan kolaborasi dengan SRC, di mana Bank Raya memberikan dukungan kepada 250 ribu toko yang tergabung dalam jaringan tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan akuisisi nasabah dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Raya Ajak Anak Muda Persiapkan Masa Depan dengan Bijak Kelola Keuangan dan Investasi
Dalam upayanya mendorong volume transaksi, Bank Raya juga terus mengembangkan fitur-fitur baru pada aplikasinya. Saat ini, dua fitur baru sedang dalam proses menunggu persetujuan dari OJK dan BRI.
"Kami sekarang sedang menunggu release dari dua features baru, harapannya tentunya nanti di kuartal ketiga atau keempat ini, kami sudah bisa release," ungkap Kicky.
(nng)
Lihat Juga :