Tiga Opsi Selamatkan KAI dari Jebakan Utang Kereta Cepat China

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Namun, ia mengakui, pengembangan kawasan memerlukan investasi tambahan yang cukup besar. Kondisi ini sulit dilakukan oleh KAI mengingat beban utang proyek kereta cepat yang sudah membengkak. "Solusi jangka pendeknya adalah sebagian beban utang diambil alih Danantara, sehingga KAI bisa punya ruang untuk berinvestasi mengembangkan kawasan," ujarnya.

Selain itu, peningkatan okupansi Whoosh juga dinilai krusial. Saat ini, tingkat keterisian kereta cepat masih di bawah target moderat sekitar 60 persen per hari, sehingga pendapatan dari penjualan tiket jauh dari cukup untuk menutup biaya operasional dan bunga pinjaman.

"Tanpa strategi agresif untuk meningkatkan okupansi, arus pendapatan tetap akan terbatas. Ini berbahaya karena cicilan bunga saja sudah mencapai sekitar Rp2 triliun per tahun," kata Toto.

Baca Juga: Whoosh Bikin Rugi KAI Rp1,6 Triliun, Masuk Rencana Kerja Danantara

Opsi ketiga, menurutnya, adalah melepas sebagian kepemilikan saham pemerintah melalui KAI untuk mengundang investor strategis baru. Saat ini, struktur kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terdiri dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang mayoritas dengan 60 persen, yang di dalamnya KAI memegang porsi 58,53 persen, Wijaya Karya 33,36 persen, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN VIII 1,03 persen. Sisanya, 40 persen saham dimiliki konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Arus Kas Kontraktor...
Arus Kas Kontraktor Seret, Danantara Diminta Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Rekomendasi
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved