Ekonom Ingatkan Bahaya Wacana Pengambilalihan Paksa Saham BCA

Minggu, 24 Agustus 2025 - 20:44 WIB
loading...
A A A
"Begitu COVID-19 usai, perbankan kita kembali normal. Itu bukti bahwa transformasi yang dilakukan selama ini berhasil. Jangan rusak stabilitas yang sudah susah payah dibangun," ujarnya.

Didik menilai, jika wacana pengambilalihan paksa saham BCA benar-benar dijalankan, kepercayaan pasar akan runtuh. Investor, baik domestik maupun asing, bisa menganggap pasar keuangan Indonesia tidak ramah investasi. "BCA dipercaya publik karena pengelolaannya baik dan transparan. Kalau ide sesat ini diteruskan, kepercayaan itu akan hilang," tegasnya.

Ia juga menyoroti peran BCA dan bank-bank milik negara (Himbara) sebagai pilar penting perekonomian nasional. Menurutnya, kontribusi sektor perbankan tidak hanya mendorong penyaluran kredit dan pertumbuhan dunia usaha, tetapi juga memberikan pemasukan pajak signifikan bagi negara.

"BCA dan bank Himbara ini adalah tulang punggung perekonomian nasional. Mengusik stabilitasnya sama saja mengganggu sendi-sendi ekonomi kita," kata Didik.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa munculnya ide semacam ini, terutama bila bersumber dari partai politik atau parlemen, adalah alarm bahaya bagi iklim investasi dan stabilitas pasar. "Pasar bisa melihat ada bandit-bandit dalam negara yang ingin memberangus pelaku ekonomi. Ini sinyal yang sangat buruk," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Rekomendasi
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Mengenal Child Grooming:...
Mengenal Child Grooming: Bahaya Manipulasi Psikologis yang Dialami Aurelie Moeremans
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved