Gerakkan Ekonomi Perdesaan, Amartha Financial Kini Dapat Diakses lewat AmarthaFin
Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
“Amartha membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang sustainable dapat ditempuh dengan integritas, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Anastuty K. Ia berbagi mengenai pentingnya inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya inklusi keuangan. "Bank Indonesia senantiasa akan mendukung upaya-upaya menuju keuangan yang inklusif secara nasional melalui langkah kebijakan dan implementasi program edukasi inklusi keuangan yang menyasar kelompok-kelompok strategis, termasuk perempuan," katanya.
Pakar ekonomi dan keuangan digital sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh. Baca juga: Raup Rp180 Juta per Bulan, Azlina Jadi Inspirasi Perempuan UMKM
Ini artinya inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Data dari OJK menunjukkan tingkat inklusi masyarakat di perdesaan masih berada di bawah angka perkotaan.
Dilandasi pemahaman yang mendalam akan perilaku dan kebutuhan masyarakat daerah, lanjutnya, muncul kebutuhan untuk inovasi terkait penyediaan layanan keuangan di daerah, termasuk dari Amartha. ”Transformasi yang dilakukan oleh Amartha ini bisa mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama di akar rumput, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong secara signifikan," tandasnya.
Acara ini turut dihadiri Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Anastuty K. Ia berbagi mengenai pentingnya inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya inklusi keuangan. "Bank Indonesia senantiasa akan mendukung upaya-upaya menuju keuangan yang inklusif secara nasional melalui langkah kebijakan dan implementasi program edukasi inklusi keuangan yang menyasar kelompok-kelompok strategis, termasuk perempuan," katanya.
Pakar ekonomi dan keuangan digital sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh. Baca juga: Raup Rp180 Juta per Bulan, Azlina Jadi Inspirasi Perempuan UMKM
Ini artinya inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Data dari OJK menunjukkan tingkat inklusi masyarakat di perdesaan masih berada di bawah angka perkotaan.
Dilandasi pemahaman yang mendalam akan perilaku dan kebutuhan masyarakat daerah, lanjutnya, muncul kebutuhan untuk inovasi terkait penyediaan layanan keuangan di daerah, termasuk dari Amartha. ”Transformasi yang dilakukan oleh Amartha ini bisa mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama di akar rumput, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong secara signifikan," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :