Gerakkan Ekonomi Perdesaan, Amartha Financial Kini Dapat Diakses lewat AmarthaFin
Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:40 WIB
loading...
Launching Amartha Financial (PT Amartha Financial Group beserta anak perusahaannya) yang telah memperoleh izin uang elektronik dari BI di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Amartha memasuki babak baru dengan memperoleh izin uang elektronik dari Bank Indonesia (BI), berkembang menjadi Amartha Financial (PT Amartha Financial Group beserta anak perusahaannya). Dalam perjalanannya selama 15 tahun melayani masyarakat akar rumput di lebih dari 50.000 desa, Amartha berinovasi menggabungkan praktik internasional terbaik, teknologi digital, serta pembelajaran di lapangan.
Keberhasilannya mendukung lebih dari 3,3 juta UMKM di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Bali Nusa Tenggara merupakan pembuktian bahwa teknologi digital yang dibangun tepat guna dapat menggerakkan ekonomi perdesaan. Hal ini yang menjadi landasan lahirnya Amartha Financial. Baca juga: Mendorong Literasi Keuangan Digital di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, potensi ekonomi daerah dan masyarakat perdesaan sangat besar namun belum terealisasi secara optimal. Melalui Amartha Financial, pihaknya menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap yang khusus dirancang untuk kebutuhan masyarakat perdesaan guna mendorong inklusi keuangan serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semua layanan Amartha Financial dapat diakses melalui aplikasi AmarthaFin, yang memudahkan pengguna untuk melakukan pembayaran, investasi, hingga akses permodalan," kata Andi Taufan pada acara launching di Gedung Habitate, Setiabudi, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Seluruh entitas ini berizin dan diawasi oleh regulator masing-masing. Selain itu, Amartha Financial memfasilitasi penyaluran zakat, keagenan, PPOB, dan lain-lain melalui kerja sama dengan mitra strategis. Aplikasi ini juga menyediakan fitur bagi investor untuk mendanai UMKM di daerah dengan imbal hasil yang sesuai, menjadi jembatan antara masyarakat perdesaan dan investor nasional maupun global.
Ke depan, diharpkan teknologi Amartha Financial semakin membuka peluang bagi jutaan masyarakat desa untuk mengakses ekonomi digital modern dan terhubung dengan investor nasional maupun global. ”Ini agar mereka dapat merealisasikan potensi, bertransformasi, dan berkontribusi lebih terhadap kemajuan bersama," jelasnya.
Komisaris Utama Amartha Financial Rudiantara menuturkan, inovasi yang dikembangkan Amartha Financial menjadi salah satu kunci percepatan inklusi keuangan di daerah. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan Amartha adalah tata kelola yang baik yang dipadukan dengan inovasi sehingga memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang.
“Amartha membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang sustainable dapat ditempuh dengan integritas, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Anastuty K. Ia berbagi mengenai pentingnya inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya inklusi keuangan. "Bank Indonesia senantiasa akan mendukung upaya-upaya menuju keuangan yang inklusif secara nasional melalui langkah kebijakan dan implementasi program edukasi inklusi keuangan yang menyasar kelompok-kelompok strategis, termasuk perempuan," katanya.
Pakar ekonomi dan keuangan digital sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh. Baca juga: Raup Rp180 Juta per Bulan, Azlina Jadi Inspirasi Perempuan UMKM
Ini artinya inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Data dari OJK menunjukkan tingkat inklusi masyarakat di perdesaan masih berada di bawah angka perkotaan.
Dilandasi pemahaman yang mendalam akan perilaku dan kebutuhan masyarakat daerah, lanjutnya, muncul kebutuhan untuk inovasi terkait penyediaan layanan keuangan di daerah, termasuk dari Amartha. ”Transformasi yang dilakukan oleh Amartha ini bisa mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama di akar rumput, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong secara signifikan," tandasnya.
Keberhasilannya mendukung lebih dari 3,3 juta UMKM di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Bali Nusa Tenggara merupakan pembuktian bahwa teknologi digital yang dibangun tepat guna dapat menggerakkan ekonomi perdesaan. Hal ini yang menjadi landasan lahirnya Amartha Financial. Baca juga: Mendorong Literasi Keuangan Digital di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, potensi ekonomi daerah dan masyarakat perdesaan sangat besar namun belum terealisasi secara optimal. Melalui Amartha Financial, pihaknya menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap yang khusus dirancang untuk kebutuhan masyarakat perdesaan guna mendorong inklusi keuangan serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semua layanan Amartha Financial dapat diakses melalui aplikasi AmarthaFin, yang memudahkan pengguna untuk melakukan pembayaran, investasi, hingga akses permodalan," kata Andi Taufan pada acara launching di Gedung Habitate, Setiabudi, Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Seluruh entitas ini berizin dan diawasi oleh regulator masing-masing. Selain itu, Amartha Financial memfasilitasi penyaluran zakat, keagenan, PPOB, dan lain-lain melalui kerja sama dengan mitra strategis. Aplikasi ini juga menyediakan fitur bagi investor untuk mendanai UMKM di daerah dengan imbal hasil yang sesuai, menjadi jembatan antara masyarakat perdesaan dan investor nasional maupun global.
Ke depan, diharpkan teknologi Amartha Financial semakin membuka peluang bagi jutaan masyarakat desa untuk mengakses ekonomi digital modern dan terhubung dengan investor nasional maupun global. ”Ini agar mereka dapat merealisasikan potensi, bertransformasi, dan berkontribusi lebih terhadap kemajuan bersama," jelasnya.
Komisaris Utama Amartha Financial Rudiantara menuturkan, inovasi yang dikembangkan Amartha Financial menjadi salah satu kunci percepatan inklusi keuangan di daerah. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan Amartha adalah tata kelola yang baik yang dipadukan dengan inovasi sehingga memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang.
“Amartha membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang sustainable dapat ditempuh dengan integritas, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Anastuty K. Ia berbagi mengenai pentingnya inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya inklusi keuangan. "Bank Indonesia senantiasa akan mendukung upaya-upaya menuju keuangan yang inklusif secara nasional melalui langkah kebijakan dan implementasi program edukasi inklusi keuangan yang menyasar kelompok-kelompok strategis, termasuk perempuan," katanya.
Pakar ekonomi dan keuangan digital sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh. Baca juga: Raup Rp180 Juta per Bulan, Azlina Jadi Inspirasi Perempuan UMKM
Ini artinya inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Data dari OJK menunjukkan tingkat inklusi masyarakat di perdesaan masih berada di bawah angka perkotaan.
Dilandasi pemahaman yang mendalam akan perilaku dan kebutuhan masyarakat daerah, lanjutnya, muncul kebutuhan untuk inovasi terkait penyediaan layanan keuangan di daerah, termasuk dari Amartha. ”Transformasi yang dilakukan oleh Amartha ini bisa mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama di akar rumput, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong secara signifikan," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :