Digital Trust Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Teknologi
Selasa, 26 Agustus 2025 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia semakin kuat, dengan nilai mencapai USD90 miliar pada 2024. Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS Rp317 triliun hingga kuartal II 2025, meningkat 121% dibanding tahun lalu.
Angka ini menunjukkan semakin besarnya adopsi layanan digital, terutama di sektor UMKM. Namun agar pertumbuhan ini berkelanjutan, digital trust harus menjadi fondasi utama.
Tanpa kepercayaan pada identitas digital dan keaslian transaksi, inovasi keuangan berbasis teknologi tidak akan mampu mendorong ekonomi secara optimal. Sementara itu Deputi Komisioner Pengawas Bank Swasta OJK, Indarto Budiwitono mengingatkan, digitalisasi perbankan membawa tantangan serius pada aspek keamanan.
“Bank perlu mengembangkan strategi digital yang agile dan terukur, tidak hanya dalam aspek efisiensi saja, namun hal tersebut sebagai jawaban atas ekspektasi nasabah yang semakin kompleks,” ujarnya.
Menurut Indarto, era digitalisasi di satu sisi mampu mengubah layanan industri jasa keuangan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun di sisi lain memberikan tantangan antara lain berupa tingginya potensi serangan Siber.
Untuk itulah diperlukan investasi berkelanjutan dalam keamanan siber, analitik data, cloud dan AI. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan publik serta keberlangsungan bisnis bank.
Angka ini menunjukkan semakin besarnya adopsi layanan digital, terutama di sektor UMKM. Namun agar pertumbuhan ini berkelanjutan, digital trust harus menjadi fondasi utama.
Tanpa kepercayaan pada identitas digital dan keaslian transaksi, inovasi keuangan berbasis teknologi tidak akan mampu mendorong ekonomi secara optimal. Sementara itu Deputi Komisioner Pengawas Bank Swasta OJK, Indarto Budiwitono mengingatkan, digitalisasi perbankan membawa tantangan serius pada aspek keamanan.
“Bank perlu mengembangkan strategi digital yang agile dan terukur, tidak hanya dalam aspek efisiensi saja, namun hal tersebut sebagai jawaban atas ekspektasi nasabah yang semakin kompleks,” ujarnya.
Menurut Indarto, era digitalisasi di satu sisi mampu mengubah layanan industri jasa keuangan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun di sisi lain memberikan tantangan antara lain berupa tingginya potensi serangan Siber.
Untuk itulah diperlukan investasi berkelanjutan dalam keamanan siber, analitik data, cloud dan AI. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan publik serta keberlangsungan bisnis bank.
Lihat Juga :