Harta Kekayaan Ahmad Sahroni, Sebut Orang yang Ingin Bubarkan DPR Paling Tolol Sedunia
Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:53 WIB
loading...
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni. FOTO/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni, menjadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan keras terhadap mereka yang menyerukan pembubaran DPR. Dalam sebuah pernyataan yang viral, Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menyebut mereka yang menghendaki pembubaran lembaga legislatif sebagai "orang paling tolol sedunia".
Pernyataan kontroversial Sahroni muncul di tengah ramainya wacana pembubaran DPR di media sosial dan aksi unjuk rasa di Jakarta pada akhir Agustus 2025. Wacana ini didorong oleh kritik terhadap kinerja dewan, khususnya terkait isu gaji dan tunjangan anggota yang dianggap fantastis.
Namun, Sahroni kemudian mengklarifikasi bahwa ucapannya tidak ditujukan kepada masyarakat umum, melainkan kepada pemikiran yang menganggap DPR bisa dibubarkan begitu saja. Ia menegaskan, keberadaan DPR sangat krusial sebagai lembaga pengawas untuk mencegah kekuasaan pemerintah berjalan tanpa kendali.
"Jika DPR dibubarkan, tidak ada lagi pengawasan terhadap kekuasaan presiden, dan itu sangat berbahaya bagi sistem demokrasi kita," ujar Sahroni. Ia meyakini, seruan pembubaran ini muncul dari pihak yang belum memahami secara mendalam dinamika kerja di lembaga legislatif.
Baca Juga: Respons Demo 25 Agustus 2025, Legislator PDIP: Mereka Bebas Melakukan Ekspresi
Menurut politikus Partai NasDem ini, kritik terhadap DPR adalah hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Ia menilai, isu seperti gaji dan tunjangan anggota DPR perlu dijelaskan secara teknis agar tidak menimbulkan salah paham di kalangan masyarakat.
Pernyataan Sahroni yang diunggahnya melalui akun media sosial pribadi, menampilkan foto berlatar belakang gedung DPR dengan narasi, "Makin banyak orang tolol yang bangga akan ketololannya." Unggahan ini memancing beragam reaksi, dari dukungan hingga kecaman.
Bagi pendukungnya, pernyataan Sahroni dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan sistem demokrasi yang sehat, sementara para pengecam menilai ucapannya tidak sensitif terhadap aspirasi rakyat.
Secara historis, Sahroni juga mengingatkan bahwa upaya pembubaran DPR pernah terjadi di masa lalu, termasuk di era Presiden Soekarno dan Gus Dur. Namun, ia menekankan, upaya tersebut selalu berujung pada masalah dan pada akhirnya lembaga legislatif tetap menjadi pilar penting dalam mekanisme demokrasi Indonesia.
Terlepas dari kontroversi pernyataannya, Ahmad Sahroni dikenal sebagai figur politik yang sukses dengan latar belakang unik. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Sahroni mengawali hidupnya dari keluarga sederhana dan pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir truk.
Baca Juga: Demo Tolak Tunjangan Rumah DPR Ricuh, Cak Imin: Anggota Dewan Harus Pintar-pintar Tak Membuat Kecemburuan
Kariernya menanjak pesat setelah sukses sebagai pengusaha di bidang transportasi dan pengelolaan bahan bakar minyak. Pria yang kerap dijuluki "Sultan Tanjung Priok" atau "Crazy Rich Tanjung Priok" ini memiliki total kekayaan mencapai Rp315,39 miliar per 31 Desember 2023, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Rincian kekayaannya mencakup tanah dan bangunan senilai Rp139,26 miliar, koleksi kendaraan mewah senilai Rp34,13 miliar, serta harta bergerak lain seperti perhiasan dan jam tangan senilai Rp107,73 miliar. Jumlah ini menjadikannya salah satu anggota DPR terkaya saat ini.
Sahroni bergabung dengan Partai NasDem sejak 2013, ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada pemilu 2014 dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Di partainya, ia dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP Partai NasDem.
Pernyataan kontroversial Sahroni muncul di tengah ramainya wacana pembubaran DPR di media sosial dan aksi unjuk rasa di Jakarta pada akhir Agustus 2025. Wacana ini didorong oleh kritik terhadap kinerja dewan, khususnya terkait isu gaji dan tunjangan anggota yang dianggap fantastis.
Namun, Sahroni kemudian mengklarifikasi bahwa ucapannya tidak ditujukan kepada masyarakat umum, melainkan kepada pemikiran yang menganggap DPR bisa dibubarkan begitu saja. Ia menegaskan, keberadaan DPR sangat krusial sebagai lembaga pengawas untuk mencegah kekuasaan pemerintah berjalan tanpa kendali.
"Jika DPR dibubarkan, tidak ada lagi pengawasan terhadap kekuasaan presiden, dan itu sangat berbahaya bagi sistem demokrasi kita," ujar Sahroni. Ia meyakini, seruan pembubaran ini muncul dari pihak yang belum memahami secara mendalam dinamika kerja di lembaga legislatif.
Baca Juga: Respons Demo 25 Agustus 2025, Legislator PDIP: Mereka Bebas Melakukan Ekspresi
Menurut politikus Partai NasDem ini, kritik terhadap DPR adalah hal yang wajar, tetapi harus disampaikan dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Ia menilai, isu seperti gaji dan tunjangan anggota DPR perlu dijelaskan secara teknis agar tidak menimbulkan salah paham di kalangan masyarakat.
Pernyataan Sahroni yang diunggahnya melalui akun media sosial pribadi, menampilkan foto berlatar belakang gedung DPR dengan narasi, "Makin banyak orang tolol yang bangga akan ketololannya." Unggahan ini memancing beragam reaksi, dari dukungan hingga kecaman.
Bagi pendukungnya, pernyataan Sahroni dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan sistem demokrasi yang sehat, sementara para pengecam menilai ucapannya tidak sensitif terhadap aspirasi rakyat.
Secara historis, Sahroni juga mengingatkan bahwa upaya pembubaran DPR pernah terjadi di masa lalu, termasuk di era Presiden Soekarno dan Gus Dur. Namun, ia menekankan, upaya tersebut selalu berujung pada masalah dan pada akhirnya lembaga legislatif tetap menjadi pilar penting dalam mekanisme demokrasi Indonesia.
Terlepas dari kontroversi pernyataannya, Ahmad Sahroni dikenal sebagai figur politik yang sukses dengan latar belakang unik. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Sahroni mengawali hidupnya dari keluarga sederhana dan pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir truk.
Baca Juga: Demo Tolak Tunjangan Rumah DPR Ricuh, Cak Imin: Anggota Dewan Harus Pintar-pintar Tak Membuat Kecemburuan
Kariernya menanjak pesat setelah sukses sebagai pengusaha di bidang transportasi dan pengelolaan bahan bakar minyak. Pria yang kerap dijuluki "Sultan Tanjung Priok" atau "Crazy Rich Tanjung Priok" ini memiliki total kekayaan mencapai Rp315,39 miliar per 31 Desember 2023, berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Rincian kekayaannya mencakup tanah dan bangunan senilai Rp139,26 miliar, koleksi kendaraan mewah senilai Rp34,13 miliar, serta harta bergerak lain seperti perhiasan dan jam tangan senilai Rp107,73 miliar. Jumlah ini menjadikannya salah satu anggota DPR terkaya saat ini.
Sahroni bergabung dengan Partai NasDem sejak 2013, ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada pemilu 2014 dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Di partainya, ia dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP Partai NasDem.
(nng)
Lihat Juga :