China Gelontorkan Dana Rp376 Triliun, Ubah Proyek Jalur Sutra ke Asia Tengah
Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
"Keputusan China untuk menanamkan modal besar di sektor aluminium Kazakhstan mencerminkan tekanan ekonomi domestik dan perubahan peta perdagangan global," tulis laporan China-Global South Project dilansir dari SCMP, Kamis (28/8).
Sejak diluncurkan 12 tahun lalu, proyek Jalur Sutra berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik yang umumnya dimanfaatkan negara tuan rumah untuk kebutuhan lokal. Namun, tren terbaru menunjukkan fokus investasi bergeser ke sektor mineral dan logam strategis di Asia Tengah.
"Pergeseran ini logis karena infrastruktur transportasi di kawasan tersebut sudah terbangun melalui proyek-proyek BRI sebelumnya. Mineral yang diekstraksi bisa langsung dikirim ke China lewat jalur kereta api," kata ekonom independen asal China, Andy Xie.
Ketegangan dagang dengan AS disebut menjadi salah satu pemicu langkah ini. Jayant Menon, peneliti senior di ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapura, menilai Beijing khawatir Washington berupaya menguasai mineral berharga di Asia Tengah. "China ingin menjadi pelopor dan mengamankan keunggulan strategis sebelum hubungan dagang semakin memburuk," ujarnya.
Kazakhstan diketahui memiliki cadangan 15 unsur tanah jarang serta sejumlah logam penting untuk industri teknologi dan otomotif. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bersama empat pemimpin negara Asia Tengah lainnya dijadwalkan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, akhir pekan ini.
Sejak diluncurkan 12 tahun lalu, proyek Jalur Sutra berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik yang umumnya dimanfaatkan negara tuan rumah untuk kebutuhan lokal. Namun, tren terbaru menunjukkan fokus investasi bergeser ke sektor mineral dan logam strategis di Asia Tengah.
"Pergeseran ini logis karena infrastruktur transportasi di kawasan tersebut sudah terbangun melalui proyek-proyek BRI sebelumnya. Mineral yang diekstraksi bisa langsung dikirim ke China lewat jalur kereta api," kata ekonom independen asal China, Andy Xie.
Ketegangan dagang dengan AS disebut menjadi salah satu pemicu langkah ini. Jayant Menon, peneliti senior di ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapura, menilai Beijing khawatir Washington berupaya menguasai mineral berharga di Asia Tengah. "China ingin menjadi pelopor dan mengamankan keunggulan strategis sebelum hubungan dagang semakin memburuk," ujarnya.
Kazakhstan diketahui memiliki cadangan 15 unsur tanah jarang serta sejumlah logam penting untuk industri teknologi dan otomotif. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bersama empat pemimpin negara Asia Tengah lainnya dijadwalkan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, akhir pekan ini.
Lihat Juga :