China Gelontorkan Dana Rp376 Triliun, Ubah Proyek Jalur Sutra ke Asia Tengah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:54 WIB
loading...
China Gelontorkan Dana...
Investasi China dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan dialihkan ke proyek logam dan pertambangan di Asia Tengah. FOTO/Depositphotos.com
A A A
JAKARTA - Investasi China dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) melonjak signifikan pada paruh pertama 2025, dengan fokus besar dialihkan ke proyek logam dan pertambangan di Asia Tengah. Pergeseran ini dinilai sebagai strategi Beijing mengamankan pasokan sumber daya alam penting di tengah ketegangan perdagangan yang meningkat dengan Amerika Serikat.

Data yang dihimpun organisasi riset China-Global South Project menunjukkan, 150 negara peserta BRI menerima total investasi dan kontrak konstruksi senilai USD124 miliar atau setara Rp1.984 triliun pada Januari–Juni 2025. Angka ini melampaui nilai investasi USD122 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Baca Juga: KAI Digrogoti Utang Whoosh ke China, Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun

Laporan tersebut, yang mengutip analisis Griffith Asia Institute di Australia, mencatat adanya "konsentrasi dana yang tidak biasa tinggi" di Asia Tengah. Investor China disebut sangat agresif membiayai proyek pertambangan di kawasan ini, terutama untuk komoditas aluminium dan tembaga yang semakin strategis bagi industri global.

Kazakhstan menjadi penerima investasi terbesar dengan aliran modal mencapai USD23 miliar atau sekitar Rp376 triliun pada semester pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, proyek terbesar adalah pembangunan kompleks aluminium senilai USD12 miliar yang dipimpin oleh konglomerat China East Hope Group.

"Keputusan China untuk menanamkan modal besar di sektor aluminium Kazakhstan mencerminkan tekanan ekonomi domestik dan perubahan peta perdagangan global," tulis laporan China-Global South Project dilansir dari SCMP, Kamis (28/8).

Sejak diluncurkan 12 tahun lalu, proyek Jalur Sutra berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik yang umumnya dimanfaatkan negara tuan rumah untuk kebutuhan lokal. Namun, tren terbaru menunjukkan fokus investasi bergeser ke sektor mineral dan logam strategis di Asia Tengah.

"Pergeseran ini logis karena infrastruktur transportasi di kawasan tersebut sudah terbangun melalui proyek-proyek BRI sebelumnya. Mineral yang diekstraksi bisa langsung dikirim ke China lewat jalur kereta api," kata ekonom independen asal China, Andy Xie.

Ketegangan dagang dengan AS disebut menjadi salah satu pemicu langkah ini. Jayant Menon, peneliti senior di ISEAS–Yusof Ishak Institute Singapura, menilai Beijing khawatir Washington berupaya menguasai mineral berharga di Asia Tengah. "China ingin menjadi pelopor dan mengamankan keunggulan strategis sebelum hubungan dagang semakin memburuk," ujarnya.

Kazakhstan diketahui memiliki cadangan 15 unsur tanah jarang serta sejumlah logam penting untuk industri teknologi dan otomotif. Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bersama empat pemimpin negara Asia Tengah lainnya dijadwalkan menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, China, akhir pekan ini.

Baca Juga: Di Luar Dugaan AS, Jalur Sutra Baru China Semakin Mengikat Dunia

Di sisi lain, Amerika Serikat juga mulai meningkatkan ketertarikannya terhadap kawasan ini. Pada Februari lalu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menyatakan keinginan Washington menjajaki investasi mineral kritis di Uzbekistan sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan.

Ketegangan antara AS dan China sepanjang 2025 mencakup kenaikan tarif, pembatasan ekspor, hingga perbedaan sikap dalam isu geopolitik. Menurut Christoph Nedopil Wang, Direktur Green Finance & Development Centre di Shanghai, kondisi ini mendorong Beijing mempercepat pengembangan proyek-proyek BRI di Asia Tengah meski prosesnya membutuhkan waktu panjang.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rekomendasi
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved