Braze Dorong Peningkatan Talenta Digital Indonesia
Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:13 WIB
loading...
Grow with Braze Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform customer engagement global, Braze, mempertegas komitmennya untuk mendukung percepatan transformasi dan ekonomi digital Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui inisiatif pelatihan bagi para talenta lokal setelah sebelumnya meluncurkan data center dalam negeri.
Upaya tersebut dibarengi dengan penyelenggaraan acara "Grow with Braze Jakarta" yang mempertemukan ratusan pemimpin bisnis, pemasar, dan profesional teknologi. Acara ini menampilkan layanan terkini customer engagement berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis, baik UMKM maupun perusahaan besar.
Vice President APAC & GCC Braze, Shahid Nizami, mengatakan Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara dan pasar penting bagi perusahaannya.
"Sesuai dengan misi transformasi digital Indonesia, kami melihat peluang besar dalam pemanfaatan AI untuk memperkuat hubungan antara bisnis dan pelanggan. Komitmen kami untuk berinvestasi dalam pengembangan digital Indonesia tetap kuat," ujar Nizami dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (28/8).
Baca Juga: Braze Hadirkan Inovasi Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan UMKM
Ia menambahkan, selain peluncuran data center, Braze juga menghadirkan best practice global serta solusi inovatif untuk membantu perusahaan dan UMKM di Indonesia memberikan pengalaman pelanggan yang lebih personal, relevan, real-time, dan aman.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meningkat empat kali lipat pada 2030, dengan potensi capaian USD 210–360 miliar. Meski demikian, adopsi AI masih menghadapi kendala, salah satunya kesenjangan talenta yang mampu menjembatani keahlian teknis dengan kebutuhan bisnis.
Merespons hal tersebut, Braze meluncurkan program pelatihan yang diakui secara global dan menyediakan kuota 1.000 akses gratis bagi talenta Indonesia. Peserta dapat memilih dua jalur, yakni Braze Practitioner Learning Path untuk pengetahuan dasar customer engagement, atau Braze Customer Engagement Learning Path untuk penguasaan strategi siklus hidup pelanggan.
Inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030 yang berfokus pada enam pilar, termasuk sumber daya manusia.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, menyambut positif komitmen Braze.
"Kami berterima kasih atas komitmen dan investasi Braze di Indonesia, yang ditunjukkan melalui peluncuran data center dan tim dukungan teknis khusus. Kehadiran Braze menunjukkan kepercayaan terhadap potensi digital Indonesia," kata Rudy.
Baca Juga: Albania Ingin Ganti Para Menteri yang Korupsi dengan AI, Indonesia Berani Tiru?
Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia, menegaskan bahwa pengembangan talenta digital sama pentingnya dengan pengembangan teknologi.
"Melalui program ini, kami membekali pemasar, developer, dan para tenaga strategi digital Indonesia dengan keterampilan customer engagement berbasis AI yang diakui global. Ini untuk membantu pengembangan karir profesional Indonesia dan memperkuat kesiapan tenaga kerja digital," jelas Franz.
Program tersebut dapat diakses secara daring dan menyediakan sumber daya pembelajaran komprehensif serta terstruktur, mencakup materi dari tingkat dasar hingga lanjut untuk mendukung pertumbuhan karir di bidang customer engagement.
Upaya tersebut dibarengi dengan penyelenggaraan acara "Grow with Braze Jakarta" yang mempertemukan ratusan pemimpin bisnis, pemasar, dan profesional teknologi. Acara ini menampilkan layanan terkini customer engagement berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis, baik UMKM maupun perusahaan besar.
Vice President APAC & GCC Braze, Shahid Nizami, mengatakan Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara dan pasar penting bagi perusahaannya.
"Sesuai dengan misi transformasi digital Indonesia, kami melihat peluang besar dalam pemanfaatan AI untuk memperkuat hubungan antara bisnis dan pelanggan. Komitmen kami untuk berinvestasi dalam pengembangan digital Indonesia tetap kuat," ujar Nizami dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (28/8).
Baca Juga: Braze Hadirkan Inovasi Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan UMKM
Ia menambahkan, selain peluncuran data center, Braze juga menghadirkan best practice global serta solusi inovatif untuk membantu perusahaan dan UMKM di Indonesia memberikan pengalaman pelanggan yang lebih personal, relevan, real-time, dan aman.
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meningkat empat kali lipat pada 2030, dengan potensi capaian USD 210–360 miliar. Meski demikian, adopsi AI masih menghadapi kendala, salah satunya kesenjangan talenta yang mampu menjembatani keahlian teknis dengan kebutuhan bisnis.
Merespons hal tersebut, Braze meluncurkan program pelatihan yang diakui secara global dan menyediakan kuota 1.000 akses gratis bagi talenta Indonesia. Peserta dapat memilih dua jalur, yakni Braze Practitioner Learning Path untuk pengetahuan dasar customer engagement, atau Braze Customer Engagement Learning Path untuk penguasaan strategi siklus hidup pelanggan.
Inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030 yang berfokus pada enam pilar, termasuk sumber daya manusia.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, menyambut positif komitmen Braze.
"Kami berterima kasih atas komitmen dan investasi Braze di Indonesia, yang ditunjukkan melalui peluncuran data center dan tim dukungan teknis khusus. Kehadiran Braze menunjukkan kepercayaan terhadap potensi digital Indonesia," kata Rudy.
Baca Juga: Albania Ingin Ganti Para Menteri yang Korupsi dengan AI, Indonesia Berani Tiru?
Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia, menegaskan bahwa pengembangan talenta digital sama pentingnya dengan pengembangan teknologi.
"Melalui program ini, kami membekali pemasar, developer, dan para tenaga strategi digital Indonesia dengan keterampilan customer engagement berbasis AI yang diakui global. Ini untuk membantu pengembangan karir profesional Indonesia dan memperkuat kesiapan tenaga kerja digital," jelas Franz.
Program tersebut dapat diakses secara daring dan menyediakan sumber daya pembelajaran komprehensif serta terstruktur, mencakup materi dari tingkat dasar hingga lanjut untuk mendukung pertumbuhan karir di bidang customer engagement.
(nng)
Lihat Juga :