Ketum Apersi: Rumah Menjadi Indikator Kesejahteraan
Kamis, 28 Agustus 2025 - 17:23 WIB
loading...
Para ojol usai akad KPR BTN Gojek Punya Rumah di Perumahan Logam Bangun Setia 2, Bekasi, Kamis (28/8/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia ( Apersi ) Junaidi Abdillah mengatakan, rumah menjadi indikator kesejahteraan warga. Upaya memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat informal dapat juga melalui skema sewa beli (rent to own/RTO).
“Kalau kita punya rumah, martabat akan meningkat,” jelas Junaidi Abdillah dalam sambutan Akad KPR BTN Gojek Punya Rumah di Perumahan Logam Bangun Setia 2, Bekasi, Kamis (28/8/2025). Baca juga: Percepat Pembangunan Hunian Rakyat, Wamen PKP Kunjungi Pabrik Tatalogam di Bekasi
Perumahan Logam Bangun Setia 2 yang terletak di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikembangkan Imanan Holding. Menurut Junaidi, pengembang ini merupakan anggota Apersi yang telah banyak berkontribusi membangun rumah subsidi di Kabupaten Bekasi hingga Cikarang.
Di hadapan para pengemudi ojek online (ojol), Junaidi menjelaskan, bahwa rumah adalah tempat pembentuk karakter yang baik bagi keluarga, khususnya terhadap anak-anak. “Membentuk keluarga yang baik berangkat dari rumah. Rumah memengaruhi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Dia mengapresiasi tekad dan kerja keras pengemudi ojol yang hari ini melaksanakan akad kredit perumahan rakyat (KPR) subsidi. Acara Akad KPR kali ini dihadiri sejumlah kalangan antara lain Owner Imanan Holding Firman Budiman, perwakilan manajemen Gojek Indonesia Muhammad Chairil, dan Kepala Divisi Subsidized Mortgage PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Dedi Lesmana.
“Akad ini terselenggara berkat dukungan BTN, bank yang peduli kepada rakyat, mulai dari pengemudi ojol hingga tukang bakso, serta dukungan dari Imanan Holding,” tutur Junaidi.
Junaidi menambahkan, skema RTO memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. “Saat ini, penggodokan aturan skema RTO sudah hampir rampung, yakni sudah 80%, tinggal menunggu persetujuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” tuturnya. Baca juga: Skema RTO Bisa Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Layak Huni
Menurut Junaidi, skema RTO memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Selain itu, mereka yang terkendala SLIK OJK serta kelompok pekerja informal yang dianggap tidak layak mendapat kredit bank.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat, setelah mendapat persetujuan menteri PKP, sosialisasi RTO akan digulirkan secara massif kepada masyarakat. “Hal yang tidak kalah penting, skema RTO tidak memberatkan APBN kita. Skema ini merupakan kolaborasi dari simpanan pengembang dan investor, serta tentu saja berada di bawah naungan BP Tapera,” jelasnya.
“Kalau kita punya rumah, martabat akan meningkat,” jelas Junaidi Abdillah dalam sambutan Akad KPR BTN Gojek Punya Rumah di Perumahan Logam Bangun Setia 2, Bekasi, Kamis (28/8/2025). Baca juga: Percepat Pembangunan Hunian Rakyat, Wamen PKP Kunjungi Pabrik Tatalogam di Bekasi
Perumahan Logam Bangun Setia 2 yang terletak di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikembangkan Imanan Holding. Menurut Junaidi, pengembang ini merupakan anggota Apersi yang telah banyak berkontribusi membangun rumah subsidi di Kabupaten Bekasi hingga Cikarang.
Di hadapan para pengemudi ojek online (ojol), Junaidi menjelaskan, bahwa rumah adalah tempat pembentuk karakter yang baik bagi keluarga, khususnya terhadap anak-anak. “Membentuk keluarga yang baik berangkat dari rumah. Rumah memengaruhi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Dia mengapresiasi tekad dan kerja keras pengemudi ojol yang hari ini melaksanakan akad kredit perumahan rakyat (KPR) subsidi. Acara Akad KPR kali ini dihadiri sejumlah kalangan antara lain Owner Imanan Holding Firman Budiman, perwakilan manajemen Gojek Indonesia Muhammad Chairil, dan Kepala Divisi Subsidized Mortgage PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Dedi Lesmana.
“Akad ini terselenggara berkat dukungan BTN, bank yang peduli kepada rakyat, mulai dari pengemudi ojol hingga tukang bakso, serta dukungan dari Imanan Holding,” tutur Junaidi.
Junaidi menambahkan, skema RTO memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. “Saat ini, penggodokan aturan skema RTO sudah hampir rampung, yakni sudah 80%, tinggal menunggu persetujuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” tuturnya. Baca juga: Skema RTO Bisa Jadi Solusi Pemenuhan Kebutuhan Hunian Layak Huni
Menurut Junaidi, skema RTO memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Selain itu, mereka yang terkendala SLIK OJK serta kelompok pekerja informal yang dianggap tidak layak mendapat kredit bank.
Dia menambahkan, dalam waktu dekat, setelah mendapat persetujuan menteri PKP, sosialisasi RTO akan digulirkan secara massif kepada masyarakat. “Hal yang tidak kalah penting, skema RTO tidak memberatkan APBN kita. Skema ini merupakan kolaborasi dari simpanan pengembang dan investor, serta tentu saja berada di bawah naungan BP Tapera,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :