Sengketa Dagang AS vs India, Siapa yang Paling Dirugikan?

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:00 WIB
loading...
A A A
"Itu gencatan senjata adalah sesuatu yang diklaim Trump berkat dirinya dan para pejabatnya, sementara Modi di dalam negeri ingin memproyeksikan bahwa gencatan senjata itu terjadi karena ia telah memukul Pakistan hingga bertekuk lutut dan memohon gencatan senjata," kata Singh dikutip dari DW, Minggu (30/8).

Ia menilai Modi tidak bisa mengalah pada Trump dalam hal ini, sebab argumen politik domestiknya akan runtuh.

Dampak Sengketa bagi India dan AS

Secara ekonomi, India jelas menjadi pihak yang paling dirugikan. AS adalah mitra dagang terbesar India, dengan nilai ekspor mencapai sekitar USD87 miliar pada tahun 2024. Global Trade Research Initiative, sebuah lembaga riset di New Delhi, memprediksi angka ini bisa anjlok lebih dari 40% menjadi sekitar USD50 miliar pada tahun 2026.

Baca Juga: Turki Setop Perdagangan, Tutup Pelabuhan, dan Wilayah Udara untuk Israel

Sushant Singh menunjukkan kondisi ini dapat menghambat kebijakan Modi yang sedang memprioritaskan manufaktur dan program 'Make in India' pada titik krusial. Sementara itu, AS juga menghadapi kerugian, meskipun tidak sebesar India. Ekspor AS ke India pada 2024 hanya sekitar USD42 miliar, kurang dari separuh nilai ekspor India ke AS.

"Jika melihat neraca, kerugian utamanya adalah India," ujar Singh. "Di bawah Trump, AS jelas mendekati China, India, dan Indo-Pasifik secara berbeda, sehingga India tidak memiliki daya tawar."

Rick Rossow menambahkan bahwa AS juga akan menanggung kerugian, terutama dari penurunan besar-besaran jumlah mahasiswa India yang datang ke universitas-universitas Amerika. Gary Hufbauer, pakar perdagangan internasional, menyebutkan bahwa rencana AS untuk memindahkan sebagian produksi dari China ke India kini terancam.

"Kemungkinan India menjadi alternatif lokasi manufaktur untuk banyak produk buatan Tiongkok kini terlihat tidak mungkin," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Rekomendasi
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved