Pemerintah Bakal Tambah Stimulus untuk Gerakkan Konsumsi, Seberapa Ampuh?

Senin, 01 September 2025 - 15:31 WIB
loading...
Pemerintah Bakal Tambah...
Stimulus salah satunya dilaksanakan melalui program diskon di sektor transportasi seperti Kereta Api. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tambahan stimulus untuk menggerakan konsumsi masyarakat di Semester II-2025. Stimulus tersebut salah satunya program diskon di sektor transportasi seperti kereta api hingga tarif tol.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berbagai program lintas sektor telah disiapkan untuk memperkuat perekonomian rakyat.

"Program ini dilancarkan untuk menggerakkan perekonomian di masyarakat atau di rakyat secara langsung sambil menjaga konsumsi domestik," ujar Airlangga di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9).

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Stimulus Rp10,8 Triliun Pacu Ekonomi Kuartal III

Di sektor pembiayaan, pemerintah mempercepat implementasi Kredit Investasi Padat Karya yang ditujukan untuk revitalisasi mesin produksi. Sedangkan di sektor pariwisata, stimulus diberikan melalui penyediaan event nasional serta bundling paket wisata pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Untuk sektor perumahan, pemerintah meningkatkan target Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 220 ribu unit menjadi 350.000 unit. Selain itu, implementasi Kredit Program Perumahan tetap dilanjutkan, bersama dengan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk pembelian rumah.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya juga diperluas dengan target tambahan 41.000 rumah, ditambah Program Perumahan BPJS Ketenagakerjaan untuk buruh. Airlangga juga menegaskan percepatan program Makan Bergizi Gratis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved