Menkeu Klaim Setengah Masyarakat Miskin Sudah Tersentuh Bansos
Senin, 04 Mei 2020 - 09:30 WIB
loading...
Kemenkeu memastikan dana bantuan sosial (bansos) sudah menyentuh lapisan masyarakat termiskin di Indonesia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dana bantuan sosial sudah menyentuh lapisan masyarakat miskin Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, sekitar 60% lapisan masyarakat yang merupakan kelompok ekonomi terbawah di Tanah Air telah menerima stimulus bantuan sosial (bansos) untuk mengurangi tekanan akibat dampak wabah Covid-19.
"Kami perkirakan masyarakat yang mendapatkan bantuan pemerintah itu bisa mencapai 50% sampai 60% terbawah. Jadi, lebih dari separuh rakyat kita mungkin tersentuh oleh bantuan sosial. Itu dilakukan) melalui satu atau lain hal," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/5/2020).
Dia merinci, dana bantuan sosial ini terdiri dari program stimulus jaring pengaman sosial yang senilai Rp110 triliun meliputi tambahan program jaring pengaman sosial Rp65 triliun, kemudian Rp25 triliun untuk kebutuhan pokok dan operasi pasar, serta penyesuaian anggaran pendidikan Rp20 triliun.
"Lalu ada tambahan program jaring pengaman sosial Rp65 triliun, maka dapat mencakup 103 juta individu Indonesia yang mendapatkan bansos atau sekitar 29,1 juta keluarga, ini sudah mencakup hampir di atas 40% terbawah dari penduduk Indonesia," jelasnya.
Dia menambahkan, tambahan anggaran program jaminan sosial, mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Rp8,3 triliun, Kartu Sembako Rp15,5 triliun, Kartu Prakerja Rp10 triliun dengan penambahan dana Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.
"Kami perkirakan masyarakat yang mendapatkan bantuan pemerintah itu bisa mencapai 50% sampai 60% terbawah. Jadi, lebih dari separuh rakyat kita mungkin tersentuh oleh bantuan sosial. Itu dilakukan) melalui satu atau lain hal," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/5/2020).
Dia merinci, dana bantuan sosial ini terdiri dari program stimulus jaring pengaman sosial yang senilai Rp110 triliun meliputi tambahan program jaring pengaman sosial Rp65 triliun, kemudian Rp25 triliun untuk kebutuhan pokok dan operasi pasar, serta penyesuaian anggaran pendidikan Rp20 triliun.
"Lalu ada tambahan program jaring pengaman sosial Rp65 triliun, maka dapat mencakup 103 juta individu Indonesia yang mendapatkan bansos atau sekitar 29,1 juta keluarga, ini sudah mencakup hampir di atas 40% terbawah dari penduduk Indonesia," jelasnya.
Dia menambahkan, tambahan anggaran program jaminan sosial, mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Rp8,3 triliun, Kartu Sembako Rp15,5 triliun, Kartu Prakerja Rp10 triliun dengan penambahan dana Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.
Lihat Juga :