Pukul Israel dengan Sanksi, Negara Eropa Ini Boikot Barang hingga Ancam Setop Perdagangan

Rabu, 03 September 2025 - 07:36 WIB
loading...
Pukul Israel dengan...
Israel dihantam sanksi oleh salah satu negara Eropa atas perang di Gaza, di saat tekanan semakin meningkat pada Israel untuk mencapai gencatan senjata dengan Hamas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Belgia akan mengakui status kenegaraan Palestina dan memberlakukan sanksi terhadap Israel atas perang di Gaza, demikian diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri negara itu. Negara Eropa Barat yang menjadi tuan rumah markas besar Uni Eropa dan NATO ini mengungkapkan langkah-langkah tersebut di saat tekanan semakin meningkat pada Israel untuk mencapai gencatan senjata dengan Hamas.

Israel juga didesak untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke enklave Palestina yang terkepung. Sanksi yang diumumkan Belgia terhadap Israel, termasuk di dalamnya dengan memasukkan dua 'menteri ekstremis' dalam daftar hitam dan boikot barang-barang Israel .

Menyusul "tragedi kemanusiaan di Gaza," Belgia telah memutuskan untuk "meningkatkan tekanan pada pemerintah Israel dan teroris Hamas," tulis Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot di X.

Baca Juga: Bank-bank di Israel Diminta Mengabaikan Sanksi Uni Eropa

"Ini bukan tentang menghukum rakyat Israel, tetapi tentang memastikan bahwa pemerintah mereka menghormati hukum internasional dan kemanusiaan serta mengambil langkah untuk mengubah situasi di lapangan," tambahnya.

Sanksi tersebut mencakup larangan impor produk dari pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan pembatasan bantuan konsuler untuk warga negara Belgia yang tinggal di pemukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Brussels juga akan meninjau pengadaan yang melibatkan perusahaan Israel dan memberi sanksi terhadap “dua menteri ekstremis Israel, beberapa pemukim yang melakukan kekerasan, dan pemimpin Hamas,” kata Prevot.

Dia menambahkan, bahwa Belgia akan mendorong penangguhan perjanjian perdagangan Uni Eropa (UE) dengan Israel. Beberapa negara, termasuk Prancis berencana untuk mengakui Palestina di Sidang Umum PBB akhir bulan ini, yang menuai kritik tajam dari Israel.

Bulan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Prancis dan Australia gagal menangani anti-Semitisme, dengan berargumen bahwa pengakuan terhadap Palestina hanya akan memperkuat Hamas.

Baca Juga: Pemerintahan Trump akan Cabut Sanksi terhadap Pemukim Israel

Israel telah menolak peringatan PBB tentang kelaparan di Gaza, di mana lebih dari 63.500 orang telah tewas sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan setempat. Yerusalem Barat berjanji bakal mengizinkan pengiriman bantuan, tetapi tidak melalui titik distribusi yang diklaimnya dikendalikan oleh Hamas.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Prancis Darurat BBM,...
Prancis Darurat BBM, 18% SPBU Lumpuh di Tengah Pembatasan Harga
Uni Eropa Disebut Terlambat...
Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat Energi
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Rekomendasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Infografis
4 Negara Arab Sangat...
4 Negara Arab Sangat Marah dengan Serangan Bom Israel di Sekolah Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved