India Akan Menggerakkan Ekonomi Global dengan Berlian Digital

Kamis, 04 September 2025 - 09:45 WIB
loading...
India Akan Menggerakkan...
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan, India bakal mendorong perubahan besar dengan membentuk masa depan industri mikrocip. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan, India bakal mendorong perubahan besar dengan membentuk masa depan industri mikrocip . New Delhi akan memulai produksi semikonduktor komersial pada akhir 2025, untuk menandai tonggak penting dalam upaya negara itu menuju kemandirian teknologi.

Berbicara pada pembukaan konferensi Semicon India 2025, Modi mengatakan: “Hari itu tidak jauh ketika cip terkecil India akan mendorong perubahan terbesar di dunia.”

Ia menambahkan: “Abad terakhir kita dibentuk oleh minyak… Namun kekuatan abad ke-21 ada pada sebuah cip kecil. Cip ini memiliki kekuatan untuk mempercepat pembangunan dunia,".

Baca Juga: China Beberkan Kecurangan AS Soal Chip Semikonduktor

India sudah memberikan lampu hijau untuk sepuluh pabrik semikonduktor, dan empat unit tambahan diharapkan mulai produksi dalam 12 bulan ke depan. Modi juga mengumumkan Misi Mineral Kritis, yang fokus pada pengamanan elemen tanah jarang (rare earth) dan mineral penting lainnya yang sangat dibutuhkan untuk produksi semikonduktor.

Selama acara tersebut, Menteri IT Ashwini Vaishnaw menyerahkan kepada Modi chip Vikram-32-bit yang pertama kali dikembangkan secara mandiri di India, yang dibuat oleh Laboratorium Semikonduktor badan antariksa nasional (ISRO) untuk berbagai aplikasi ruang angkasa. Mikropemroses tersebut secara resmi dimasukkan ke dalam program ISRO pada bulan Maret, bersamaan dengan chip lain yang disebut Kalpana 3201.

Menurut proyeksi industri, pasar semikonduktor India diperkirakan bernilai sekitar USD45-50 miliar pada 2024-25, naik dari USD38 miliar pada 2023. Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mencapai nilai USD100-110 miliar pada tahun 2030.

"Perjalanan kita di sektor ini dimulai terlambat, tetapi tidak ada yang bisa menghentikan kita sekarang," kata Modi.

Awal tahun ini, India juga mengumumkan program pengembangan chip berbasis AI dari awal dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk menantang dominasi AS di industri tersebut. Modi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyoroti pencapaian ekonomi India di tengah tarif AS yang mulai berlaku sejak 27 Agustus.

Mengutip angka PDB terakhir, Modi mengatakan India "sekali lagi berkinerja lebih baik daripada setiap harapan dan prediksi."

Baca Juga: 140 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS, Perang Dagang Chip Memanas

"Ketika setiap ekonomi memiliki kekhawatiran dan menghadapi tantangan yang berasal dari egoisme ekonomi, bahkan di masa-masa itu, India berhasil mencapai pertumbuhan 7,8%,” kata perdana menteri.

AS pertama kali memberlakukan tarif 25% pada India di awal Agustus, karena New Delhi dan Washington tidak dapat menyelesaikan perjanjian perdagangan. Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan tarif tambahan 25% pada India yang mulai berlaku pada 27 Agustus, lantaran membeli minyak Rusia yang terus dilakukan oleh New Delhi."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Rekomendasi
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Berita Terkini
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved