Penghapusan Beras Medium dan Premium Tunggu Restu Presiden

Jum'at, 05 September 2025 - 10:10 WIB
loading...
Penghapusan Beras Medium...
Pemerintah berencana menghapus kategori beras premium dan medium yang selama ini beredar di pasaran. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana menghapus kategori beras premium dan medium yang selama ini beredar di pasaran. Nantinya, hanya akan ada satu jenis beras yang diperdagangkan, yakni beras reguler.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, rencana tersebut masih menunggu arahan dan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, keputusan final mengenai kebijakan ini tidak bisa diambil tanpa restu presiden.

"Lapor presiden dulu," kata Zulhas saat ditemui di kantornya, Kamis (4/9).

Baca Juga: Surplus Beras 3,7 Juta Ton, Mentan Amran Janji SPHP Membanjiri Pasar

Rencana penghapusan kategori beras premium dan medium telah selesai dibahas di tingkat Badan Pangan Nasional (Bapanas). Menurut Zulhas, kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menertibkan tata niaga beras di tengah maraknya praktik pengoplosan oleh oknum produsen.

Pemerintah berharap masyarakat lebih mudah membeli beras tanpa kebingungan terkait label kualitas. Langkah ini juga diharapkan bisa menekan praktik manipulasi kualitas yang merugikan konsumen.

"Kalau hanya ada satu kategori, konsumen tidak perlu lagi khawatir. Semua beras yang beredar akan melalui standar yang sama," ujarnya.

Baca Juga: Mendagri Tito: 214 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Beras

Selain itu, Zulhas menekankan bahwa implementasi kebijakan tersebut akan disertai langkah pengawasan ketat. Hingga kini, pemerintah belum menetapkan waktu pelaksanaan kebijakan tersebut. Zulhas memastikan, semua langkah akan dijalankan secara hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak di pasar maupun di kalangan produsen.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Surplus Beras 13%, Indonesia...
Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini
Indonesia Resmi Lepas...
Indonesia Resmi Lepas Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Penuhi Kebutuhan Konsumsi...
Penuhi Kebutuhan Konsumsi Jemaah, Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara
Muhammadiyah Terima...
Muhammadiyah Terima Amanah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan UEA bagi Korban Banjir
Rekomendasi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved