China Bakal Bangun Terusan Suez versi Darat: Menghubungkan Eropa dan Asia
Minggu, 07 September 2025 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Waktu pengiriman melalui darat bisa mencapai 10 hingga 20 hari lebih cepat daripada rute laut tradisional, dan secara signifikan menyederhanakan masalah bea cukai. Peluncuran kereta cepat ASEAN pada tahun 2023 mempersingkat waktu pengiriman antara Hanoi dan Chongqing menjadi hanya lima hari, dimana barang akan mencapai Eropa dalam waktu kurang dari dua minggu.
Selain lokasinya yang strategis, Chongqing menjadi kekuatan produksi utama, bertanggung jawab untuk memproduksi sekitar sepertiga laptop di dunia, merupakan basis utama produksi mobil listrik, dan pusat ekspor utama untuk seperempat mobil di China.
Kondisi Geopolitik
Beberapa pengamat percaya bahwa motif China untuk menggunakan kota ini tidak hanya memiliki dimensi logistik, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik. Perang dagang dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah menunjukkan betapa bahayanya bergantung pada jalur laut internasional di bawah pengaruh Barat seperti Kanal Suez dan Selat Hormuz serta Malaka.
Pandemi virus corona memperburuk risiko tersebut, memperlihatkan kerapuhan rantai pasokan maritim. Sementara itu ketika perang di Ukraina terus berlangsung, melewati Rusia telah menjadi lebih berisiko. Meskipun perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 240 miliar euro pada tahun 2024.
Selain lokasinya yang strategis, Chongqing menjadi kekuatan produksi utama, bertanggung jawab untuk memproduksi sekitar sepertiga laptop di dunia, merupakan basis utama produksi mobil listrik, dan pusat ekspor utama untuk seperempat mobil di China.
Kondisi Geopolitik
Beberapa pengamat percaya bahwa motif China untuk menggunakan kota ini tidak hanya memiliki dimensi logistik, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik. Perang dagang dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah menunjukkan betapa bahayanya bergantung pada jalur laut internasional di bawah pengaruh Barat seperti Kanal Suez dan Selat Hormuz serta Malaka.
Pandemi virus corona memperburuk risiko tersebut, memperlihatkan kerapuhan rantai pasokan maritim. Sementara itu ketika perang di Ukraina terus berlangsung, melewati Rusia telah menjadi lebih berisiko. Meskipun perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 240 miliar euro pada tahun 2024.
Lihat Juga :