Pesta Pora Pemilik Emas Berlanjut, Harga Diprediksi Cetak Rekor Baru Lagi
Senin, 08 September 2025 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan harga emas ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan jumlah pengangguran hingga 4,3 juta, lebih rendah dari ekspektasi pasar.
"Data ini mengindikasikan kemungkinan besar Bank Sentral AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16-17 September mendatang. Spekulasi ini mendorong investor besar mengambil posisi beli hingga level USD 3.613 pada hari Senin," kata Ibrahim.
Selain faktor ekonomi, dinamika politik di AS juga menjadi pendorong harga emas. Pekan depan menjadi momen krusial dengan sidang banding anggota Dewan Gubernur The Fed, Lisa Cook, atas pemecatan yang dilakukan Presiden Donald Trump.
"Trump sebagai eksekutif kemungkinan besar akan menghadapi penolakan dari pengadilan, yang membuat situasi politik AS kembali memanas," tambah Ibrahim.
Ketegangan perdagangan internasional juga meningkat. Trump berencana mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang menyatakan kebijakan perang dagangnya ilegal. Selain itu, India menantang kebijakan perdagangan AS dengan mulai menggunakan mata uang regional BRICS untuk transaksi internasional.
"Trump sangat menentang penggunaan mata uang selain dolar dalam perdagangan internasional. Ada kemungkinan tarif 100 persen akan dikenakan pada negara-negara BRICS yang menggunakan mata uang regionalnya," ungkap Ibrahim.
"Data ini mengindikasikan kemungkinan besar Bank Sentral AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16-17 September mendatang. Spekulasi ini mendorong investor besar mengambil posisi beli hingga level USD 3.613 pada hari Senin," kata Ibrahim.
Selain faktor ekonomi, dinamika politik di AS juga menjadi pendorong harga emas. Pekan depan menjadi momen krusial dengan sidang banding anggota Dewan Gubernur The Fed, Lisa Cook, atas pemecatan yang dilakukan Presiden Donald Trump.
"Trump sebagai eksekutif kemungkinan besar akan menghadapi penolakan dari pengadilan, yang membuat situasi politik AS kembali memanas," tambah Ibrahim.
Ketegangan perdagangan internasional juga meningkat. Trump berencana mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang menyatakan kebijakan perang dagangnya ilegal. Selain itu, India menantang kebijakan perdagangan AS dengan mulai menggunakan mata uang regional BRICS untuk transaksi internasional.
"Trump sangat menentang penggunaan mata uang selain dolar dalam perdagangan internasional. Ada kemungkinan tarif 100 persen akan dikenakan pada negara-negara BRICS yang menggunakan mata uang regionalnya," ungkap Ibrahim.
Lihat Juga :