Industri Pemasaran Indonesia Hadapi Tantangan Efisiensi
Senin, 08 September 2025 - 09:17 WIB
loading...
Feel Good Network hadir sebagai jaringan yang menawarkan pendekatan berbeda. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Para pelaku brand di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengelola strategi pemasaran di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi dan perilaku konsumen yang semakin terfragmentasi. Siklus tren yang cepat juga menuntut brand untuk bergerak lincah tanpa kehilangan relevansi dan daya tarik.
Kondisi ini menyebabkan banyak brand terjebak pada solusi pemasaran yang terbatas dan terpisah-pisah, sehingga peluang untuk integrasi kampanye secara menyeluruh sering terlewatkan. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif dalam merancang strategi pemasaran.
Baca Juga: Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Menanggapi situasi tersebut, Feel Good Network hadir sebagai jaringan yang menawarkan pendekatan berbeda dengan menempatkan klien sebagai pusat utama. Didirikan oleh Wisnu Satya Putra, mantan CEO Dentsu Creative Indonesia, bersama Wira Gumay, jaringan ini mengusung model kerja yang menggabungkan standar global dengan fleksibilitas talenta kreatif lokal.
Feel Good Network menawarkan layanan yang meliputi pembangunan aset merek jangka panjang dan relevansi budaya, integrasi berbagai kanal pemasaran mulai dari ATL, BTL, TTL hingga aktivasi digital, serta kemitraan yang erat dengan klien untuk menciptakan strategi yang sesuai dengan kondisi bisnis nyata.
“Klien membutuhkan lebih dari sekadar agensi; mereka memerlukan mitra bisnis yang memahami dinamika pasar dan mampu bergerak secepat bisnis mereka,” ujar Wisnu Satya Putra, CEO Feel Good Network, baru-baru ini. “Kami berkomitmen untuk bekerja berdampingan, bukan dari kejauhan.”
Baca Juga: Jaga Profitabilitas, BNI Dorong Efisiensi dan Penguatan Dana Murah
Didukung oleh investasi ekuitas swasta dan tim kepemimpinan berpengalaman dari berbagai agensi multinasional, Feel Good Network mengadopsi model hybrid yang menggabungkan standar internasional dengan pemahaman mendalam terhadap budaya lokal. Pendekatan ini memungkinkan jaringan untuk terus berkembang sekaligus tetap relevan di pasar Indonesia.
COO Feel Good Network, Wira Gumay menambahkan keberhasilan tidak hanya diukur dari indikator kampanye semata, melainkan juga dari kualitas proses kolaborasi dan kemitraan yang terjalin. “Ketika kolaborasi berjalan baik, dampak positif akan mengikuti,” ujarnya.
Kondisi ini menyebabkan banyak brand terjebak pada solusi pemasaran yang terbatas dan terpisah-pisah, sehingga peluang untuk integrasi kampanye secara menyeluruh sering terlewatkan. Hal ini menimbulkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif dalam merancang strategi pemasaran.
Baca Juga: Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Menanggapi situasi tersebut, Feel Good Network hadir sebagai jaringan yang menawarkan pendekatan berbeda dengan menempatkan klien sebagai pusat utama. Didirikan oleh Wisnu Satya Putra, mantan CEO Dentsu Creative Indonesia, bersama Wira Gumay, jaringan ini mengusung model kerja yang menggabungkan standar global dengan fleksibilitas talenta kreatif lokal.
Feel Good Network menawarkan layanan yang meliputi pembangunan aset merek jangka panjang dan relevansi budaya, integrasi berbagai kanal pemasaran mulai dari ATL, BTL, TTL hingga aktivasi digital, serta kemitraan yang erat dengan klien untuk menciptakan strategi yang sesuai dengan kondisi bisnis nyata.
“Klien membutuhkan lebih dari sekadar agensi; mereka memerlukan mitra bisnis yang memahami dinamika pasar dan mampu bergerak secepat bisnis mereka,” ujar Wisnu Satya Putra, CEO Feel Good Network, baru-baru ini. “Kami berkomitmen untuk bekerja berdampingan, bukan dari kejauhan.”
Baca Juga: Jaga Profitabilitas, BNI Dorong Efisiensi dan Penguatan Dana Murah
Didukung oleh investasi ekuitas swasta dan tim kepemimpinan berpengalaman dari berbagai agensi multinasional, Feel Good Network mengadopsi model hybrid yang menggabungkan standar internasional dengan pemahaman mendalam terhadap budaya lokal. Pendekatan ini memungkinkan jaringan untuk terus berkembang sekaligus tetap relevan di pasar Indonesia.
COO Feel Good Network, Wira Gumay menambahkan keberhasilan tidak hanya diukur dari indikator kampanye semata, melainkan juga dari kualitas proses kolaborasi dan kemitraan yang terjalin. “Ketika kolaborasi berjalan baik, dampak positif akan mengikuti,” ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :