Harga Pangan Menggila: Beras Makin Mahal, Cabai dan Minyak Goreng Melonjak
Rabu, 10 September 2025 - 09:23 WIB
loading...
Harga pangan nasional pada Rabu (10/9/2025) kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada sejumlah komoditas utama. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Harga pangan nasional pada Rabu (10/9/2025) kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada sejumlah komoditas utama. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dirilis Bank Indonesia mencatat lonjakan harga beras, cabai, dan minyak goreng yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Harga beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II meningkat 0,35 persen menjadi Rp14.500 per kilogram. Kenaikan ini menambah beban konsumen di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Baca Juga: Filipina, Pembeli Beras Terbesar di Dunia Hentikan Impor selama 60 Hari
Lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar melonjak 7,23 persen menjadi Rp50.400 per kilogram, cabai merah keriting naik 11,9 persen menjadi Rp55.000 per kilogram, dan cabai rawit merah meningkat 4,12 persen menjadi Rp50.550 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik 2,13 persen menjadi Rp45.650 per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng curah turut mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen menjadi Rp18.650 per liter. Kenaikan harga minyak goreng ini menjadi perhatian mengingat perannya yang vital dalam kebutuhan rumah tangga dan industri makanan.
Komoditas protein hewani juga tidak luput dari tekanan harga. Daging ayam segar naik 2,86 persen menjadi Rp37.750 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I naik tipis 0,07 persen menjadi Rp140.300 per kilogram. Telur ayam ras juga mengalami kenaikan 0,33 persen menjadi Rp30.300 per kilogram.
Baca Juga: Mendagri Tito: 214 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Beras
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah turun 3,13 persen menjadi Rp46.500 per kilogram, bawang putih turun tipis 0,13 persen menjadi Rp39.500 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga turun 0,04 persen menjadi Rp132.250 per kilogram, dan gula pasir lokal turun 0,27 persen menjadi Rp18.150 per kilogram.
Harga beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II meningkat 0,35 persen menjadi Rp14.500 per kilogram. Kenaikan ini menambah beban konsumen di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Baca Juga: Filipina, Pembeli Beras Terbesar di Dunia Hentikan Impor selama 60 Hari
Lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar melonjak 7,23 persen menjadi Rp50.400 per kilogram, cabai merah keriting naik 11,9 persen menjadi Rp55.000 per kilogram, dan cabai rawit merah meningkat 4,12 persen menjadi Rp50.550 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik 2,13 persen menjadi Rp45.650 per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng curah turut mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen menjadi Rp18.650 per liter. Kenaikan harga minyak goreng ini menjadi perhatian mengingat perannya yang vital dalam kebutuhan rumah tangga dan industri makanan.
Komoditas protein hewani juga tidak luput dari tekanan harga. Daging ayam segar naik 2,86 persen menjadi Rp37.750 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I naik tipis 0,07 persen menjadi Rp140.300 per kilogram. Telur ayam ras juga mengalami kenaikan 0,33 persen menjadi Rp30.300 per kilogram.
Baca Juga: Mendagri Tito: 214 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Beras
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah turun 3,13 persen menjadi Rp46.500 per kilogram, bawang putih turun tipis 0,13 persen menjadi Rp39.500 per kilogram. Daging sapi kualitas II juga turun 0,04 persen menjadi Rp132.250 per kilogram, dan gula pasir lokal turun 0,27 persen menjadi Rp18.150 per kilogram.
(nng)
Lihat Juga :